Marak Penyelundupan Barang Ilegal, Polairud Polres Nunukan Tingkatkan Pengawasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebagai wilayah perbatasan, letak geografis Kabupaten Nunukan memang selalu menjadi sasaran empuk bagi pelaku penyelundupan barang-barang ilegal dari Malaysia.

Hal itu dibuktikan dari berbagai pengungkapan yang dilakukan aparat penegak hukum. Mulai dari narkoba, rombengan, PMI dan yang terbaru diungkap penyelundupan ratusan karung daging dan sosis dari Malaysia.

Menanggapi persoalan ini, Kasat Satpolair Polres Nunukan Iptu Mario P Sirait STK SIK mengatakan, para pelaku penyelundupan memang kerap memanfaatkan moment di malam hari disaat petugas lengah dengan menggunakan jalur laut.

“Ibarat mereka ini sudah lihat dan paham situasi dan kondisinya. Karena, kebanyakan mereka ini bergerak di malam hari,” ungkap Mario kepada benuanta.co.id, Rabu (11/1/2023).

Baca Juga :  Imigrasi Nunukan Masih Dalami Kasus WNA Asal Paksitan

Dikatakannya, selama ini pihaknya telah berupaya maksimal untuk mencegah masuknya barang barang ilegal. Salah satunya dengan melakukan patroli rutin yang dilakukan bersama dengan Direktorat Polairud Polda Kalimantan Utara, baik di siang hari maupun malam hari.

“Hanya saja, kalau patroli di malam hari itu, kita sering terhambat dengan cuaca dan pasang surut air serta faktor-faktor lainnya. Apalagi, kalau malam hari itu pandangan kita terbatas,” ujarnya.

Selain itu, Mario menyampaikan jika
keselamatan personil di lapangan juga menjadi taruhan jika tetap memaksakan keluar melakukan patroli dengan kondisi cuaca yang buruk.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Sebut Izin Pendirian SPBU Kewenangan Pertamina

“Tapi kalau kita mendapatkan informasi, kita pasti upayakan turun untuk melakukan patroli di malam hari,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk sasaran patroli, kata dia, biasanya pemeriksaan terhadap kapal besar maupun kecil yang melintas di perairan Nunukan dan Sebatik.

“Kita lakukan pemeriksaan seperti surat surat kapal, anggota dalam kapal. Begitu juga barang muatan yang dibawa apakah sudah sesuai manifest kapal atau tidak. Kita juga melakukan pengecekan terhadap peralatan keselamatan kapal,” tambahnya.

Jika dalam pemeriksan tersebut ada kurang dan barang yang mencurigakan, dia menegaskan mau tidak mau harus dilakukan penindakan. Seperti sejumlah pengungkapan yang pihaknya lakukan selama di tahun ini 2022 yakni penyelundupan narkoba maupun penyelundupan PMI.

Baca Juga :  Ketua DPRD Nunukan Sebut Pertanian dan Perikanan Harus Diprioritaskan

Sedangkan untuk pengungkapan penyelundupan daging beberapa waktu lalu, diakuinya pihaknya tidak menerima informasi. Namun Mario menegaskan pihaknya akan terus meningkat pengawasan di laut agar penyelundupan tersebut tak lagi terulang.

“Kalau ada informasi pasti kita lakukan tindakan hukum berupa penangkapan.
Karena untuk penegakan hukum di air dan di darat memiliki perbedaan yang signifikan. Terutama masalah sarana dan keselamatan dari anggota kita,” pungkasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *