Krisis Air Bersih di Nunukan, Pemda Gelar Rakor dengan Direktorat Jenderal Sumber Air Minum

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sudah tiga pekan pulau Nunukan masih krisis air baku, melihat hal itu pemerintah daerah bergerak cepat untuk mencari solusi, dengan menggelar rapat koordinasi pembahasan keterbatasan ketersediaan air baku di Kabupaten Nunukan pada Selasa (4/1/2023) malam.

Dalam rapat itu juga dihadiri langsung Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan V Tanjung Selor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Air Minum, Surya Dharma Hasyim, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid didampingi Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, turut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Serfianus, Asisten Ekonomi dan Pembangunan H. Asmar, Kepala Bappeda Litbang Raden Iwan Kurniawan, Kepala Dinas PUPRPKP Abdi Jauhari, Direktur PDAM Masdi, Kepala Inspektorat, Kabag Ekonomi dan Camat Nunukan Selatan Bau Syahril.

Baca Juga :  Musrenbang Kewilayahan RKPD Nunukan 2024, Bupati Harapkan Fokus dan Selaras

Dikatakan Bupati Laura, pengadaan air bersih bagi kebutuhan harian warga Nunukan menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah. Ketersediaan air bersih yang mulai terbatas meresahkan masyarakat dikarenakan embung penampungan air mulai mengering. Hujan yang tidak kunjung turun menambah berkurangnya pasokan air di masing-masing embung.

“Berbagai cara kami lakukan mulai dengan mengarahkan semua armada pengangkut air (Mobil Tangki) milik pemerintah daerah, BPBD, dan armada TNI Angkatan Laut, dan Kepolisian untuk memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, juga dengan membersihkan aliran sungai yang menuju ke embung. Dengan koordinasi yang baik,” kata Laura, Rabu (4/1/2023).

Baca Juga :  Musrenbang Kewilayahan RKPD Nunukan 2024, Bupati Harapkan Fokus dan Selaras

Lanjut dia, dan hari ini pihaknya bersama dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan V Tanjung Selor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Air Minum, Surya Dharma Hasyim meninjau beberapa lokasi embung yang ada di Nunukan untuk melihat secara langsung kondisi embung terutama di embung bolong.

Bupati Laura, meminta usulan prioritas terkait air baku yang ada di Nunukan, seperti waktu dekat dibutuhkannya pengerukan sungai Bolong, pengerukan embung Sungai Bilal, pengerukan embung sungai Lapri serta pembebasan lahannya, pembebasan lahan dan pembangunan embung sungai Limau, pembangunan IPA sungai Limau, pembangunan IPA Pagatason, dan Pengadaan mobil tangki air.

Baca Juga :  Musrenbang Kewilayahan RKPD Nunukan 2024, Bupati Harapkan Fokus dan Selaras

“Kami sudah bermohon agar dibantu, ini bukan hanya persoalan Kabupaten Nunukan tapi juga secara nasional, karena merupakan citra bangsa yang berada di garda depannya Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Berdasarkan hal tersebut, dalam jangka waktu pendek Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan V Tanjung Selor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Air Minum Surya Dharma Hasyim, akan memberikan biaya pemeliharaan untuk masing-masing embung sebanyak 350 juta di Nunukan, uang tersebut nantinya bisa dipakai untuk biaya pengerukan embung.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *