Redam Kenakalan Remaja, Polres Malinau Kenalkan Hukum Pidana ke Anak Sekolah

benuanta.co.id, MALINAU – Kepolisian Resor (Polres) Malinau melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas), menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama pelajar SMA dan remaja Malinau. Hal tersebut dilakukan untuk meredam potensi terjadinya kenaikan pada angka kenakalan remaja dan gangguan Kamtibmas di Kabupaten Malinau.

Kapolres Malinau, AKBP Reza Palevi, SIK melalui Kasat Binmas Polres Malinau, IPTU Muadib mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program Polri dalam menjaga kondusifitas wilayah dan menekan angka kenakalan remaja yang terjadi di Malinau.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1941 votes

“Kita lebih memfokuskan kegiatan ini untuk memberikan arahan dan pengetahuan tentang hukum-hukum pidana agar remaja paham konsekuensi dalam tindakan mereka saat ingin berbuat kriminal,” kata Muadib pada Minggu, 26 Juni 2022.

Baca Juga :  Ditinggal Liburan, Rumah Seorang Pendeta di Malinau Ludes Terbakar

Fokus dari kegiatan ini ialah juga dalam rangka memerangi peredaran Narkoba agar tidak menjerumuskan anak-anak sekolah di Malinau.

Menurut Muadip, anak sekolah merupakan golongan yang paling mudah untuk menjadi sasaran oknum pengedar Narkoba.

“Pada usia pelajar rasa penasaran cukup tinggi, namun sebaiknya ada kontrol untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat negatif,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Ditinggal Liburan, Rumah Seorang Pendeta di Malinau Ludes Terbakar

“Efek pergaulan juga sangat mempengaruhi perilaku remaja, karena beberapa kasus kenakalan remaja yang kita temukan selama ini sebagian besarnya karena efek salah pergaulan,” bebernya.

Dengan adanya kegiatan pendidikan terhadap remaja bersama Polri ini, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para remaja, khususnya yang masih sekolah  agar tidak terjerat kasus yang melanggar hukum.

Baca Juga :  Ditinggal Liburan, Rumah Seorang Pendeta di Malinau Ludes Terbakar

Kemudian, remaja diharapkan juga untuk lebih dewasa dalam berpikir maupun bertindak. Namun muadib juga menambahkan, lingkungan dan guru di sekolah juga dapat menanamkan nilai moral yang baik ke anak-anak sekolah.

“Usai kegiatan ini, tentu kita berharap pihak sekolah yang melanjutkannya, karena kita tidak ingin anak-anak di Malinau ini jadi korban pelanggaran hukum dari oknum yang tak bertanggung jawab,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade
Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *