Bimtek Akreditasi PAUD, Vamelia Ibrahim Paparkan 4 Program

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) akreditasi PAUD dan PNF bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, pada Rabu, 11 Mei 2022.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Disdikbud KTT yang telah menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Akreditasi PAUD dan PNF ini,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut ia mengajak seluruh pihak untuk melakukan upaya percepatan atau akselerasi peningkatan akses PAUD berkualitas.

Ia menjelaskan wajib PAUD bagi anak usia 5-6 tahun di Kabupaten Tana Tidung baru 66 persen sehingga masih ada 34 persen anak yang akan masuk SD tahun ini tanpa mengikuti PAUD terlebih dahulu.

“Siswa ini akan mengalami ketertinggalan dari siswa lainnya,” ungkapnya.

Sedangkan sisi kualitas PAUD yang dinilai berdasarkan akreditasi minimal B. Namun saat ini baru 15 dari 38 PAUD yang memenuhi kriteria.

Begitu juga dengan guru PAUD formal atau TK yang harusnya sarjana (S1) baru mencapai 58 persen, sedangkan yang memenuhi kompetensi dan tersertifikasi hanya 4 dari 48 orang.

Selanjutnya masih ada 5 desa yang belum memiliki PAUD dan baru 18 Desa yang 5 menggunakan Dana Desa (DD) untuk PAUD.

Beranjak dari kondisi tersebut, Ketua Dekranasda KTT ini pun menyampaikan bebagai program yang di laksanakan, yaitu Satu PAUD Satu Laptop yang telah diberikan kepada 35 PAUD, sisanya akan diberikan tahun 2022 ini juga. Laptop ini digunakan untuk mensukseskan kegiatan akreditasi yang sedang laksanakan saat ini.

Selain itu program lainnya yaitu Satu Desa Satu PAUD, yang melibatkan seluruh desa harus membina PAUD dengan menyediakan biaya operasional dan insentif guru PAUD. Dengan adanya PAUD di setiap desa, ia berharap seluruh anak terlayani.

Termasuk program PAUD 1 Tahun Pra SD, yang mana telah disosialisasikan di seluruh kecamatan dan ditargetkan tahun 2023 mendatang akan diterapkan.

Tak kalah pentingnya program PAUD Holistik Integratif sebagai kebutuhan esensial anak yaitu perawatan, pengasuhan, dan perlindungan dilayani di satuan PAUD.

“Dengan begitu, target nol stunting yang diberikan Pak Bupati dapat kita capai. Kesehatan gizi termasuk pendidikan. Terakhir, saya ingin menyampaikan semua anak berhak mengikuti PAUD berkualitas sebagai pondasi dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas,” pungkasnya. (*/bn1)

Editor : Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *