Polisi Meyakini Nabila Tewas Akibat Kabel Melilit di Lehernya, Sengaja Dibunuh?

Hukrim712 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tewasnya gadis bernama Nabila Putri (21) pada Sabtu, 26 Agustus 2023 di sebuah kamar indekos daerah RT 16 Kelurahan Kampung Satu/Skip.

Sejak penemuannya, polisi langsung mengamankan TKP dan N dibawa ke rumah sakit guna keperluan visum dan otopsi.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kasat Reskrim, AKP Randhya Sakthika Putra menjelaskan, hasil visum luar dari tubuh korban, dipastikan N meninggal karena kekurangan oksigen.

Baca Juga :  Marak Korban Investasi Bodong, Kapolres Nunukan Minta Masyarakat Tak Tergiur Keuntungan Besar

“Kalau hasil otopsi belum keluar. Masih kami komunikasikan dengan pihak rumah sakit. Tidak ada juga ditemukan lebam, hanya kekurangan oksigen akibat jeratan dilehernya,” jelasnya, Senin (28/8/2023).

Dia melanjutkan, sejauh ini telah melakukan sebanyak 2 kali olah TKP, namun belum dapat disampaikannya lantaran masih akan ada olah TKP lanjutan dari kepolisian. Dari serangkaian olah TKP yang sudah dilakukan, polisi telah mendapati barang bukti diantaranya, baju korban, sprei kasur dan kabel yang terlilit di leher korban.

Baca Juga :  Ratusan Juta Hasil Penjualan Rumput Laut Digelapkan, Pria di Nunukan Selatan Diamankan Polisi

Disinggung menyoal barang bukti lain seperti ponsel korban, pihaknya menyebut tak terdapat ponsel korban yang diperkirakan hilang.

“Iya (Hp diduga hilang). Masih ada yang kami cari,” singkatnya.

Sejauh ini, kepolisian telah memeriksa sebanyak 10 saksi yang berasal dari saudara, rekan dan tetangga N. Pihaknya pun enggan membeberkan lebih lanjut mengenai pengakuan saksi dihadapan penyidik.

“Kalau CCTV tidak ada sampai di depan gang itu. Ada tapi rusak. Kita masih selidiki terus dengan mendalami dari saksi-saksi saja,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bareskrim Turunkan Tim Supervisi Kasus Agraria Daerah Sesuai Data KPA

Diberitakan sebelumnya, N yang ditemukan tewas dengan cara tragis itu dikenal sebagai wanita jasa booking out (BO). Rekan seprofesi N, R (nama disamarkan) mengaku korban tak pernah bercerita soal kehidupan pribadinya. Ia hanya menyebutkan N kerap kali melakukan video call dengan seseorang pria yang diduga menjalin kasih dengan N.

“Ya kalau pacarnya itu setahu saya memang aparat. Tapi tidak tahu masih pacaran apa tidak,” pungkasnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *