benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Berawal dari ide ingin memberikan edukasi kepada masyarakat Kabupaten Tana Tidung (KTT) mengenai cara budidaya ikan air tawar, Empagon 415 yang berada di Desa Sebiday, Kecamatan Sesayap, KTT justru sukses menjadi pusat pendidikan budidaya ikan air tawar dan ladang bisnis bagi Agus Iwan Setiawan.
Kepada benuanta.co.id, Agus sapaannya mengatakan, ide menciptakan lokasi budidaya dan pembibitan ikan air tawar, awalnya bermula dari niatnya yang ingin mengedukasi masyarakat KTT terkait cara budidaya ikan air tawar.
“Saya ini sebenarnya bukan pebisnis melainkan hanya seorang penyuluh dan selama memberikan penyuluhan, masyarakat KTT banyak yang kurang paham mengenai potensi budidaya ikan air tawar. Jadi, saya praktekan saja sendiri, biar bisa langsung dicontoh,” kata Agus.
Bahkan Agus menjelaskan saat membangun Empagon 415 dirinya sempat diremehkan dan bahkan menerima cemoohan dari orang-orang sekitar, karena caranya yang tidak biasa saat membangun Empagon 415.
“Dulukan lokasi ini merupakan tanah berakar sehingga mau digali pakai alat berat juga tidak bisa, apalagi digali manual. Saya menggalinya dengan menggunakan gergaji mesin dan sempat dicandain oleh teman-teman,” kata Agus, sambil tertawa, mengingat perjuangannya merintis Empagon 415.
Namun siapa yang mengira, kalau kerjaan yang dianggap gila saat itu, kini menjelma pundi-pundi rejeki buat Agus. Bahkan Empagon 415 yang awalnya hanya seluas 2 hektare, kini memiliki luas 10 hektare dengan 6 jenis ikan air tawar yang dibudidayakan dan bibit. Bahkan Empagon 415 juga menjadi sentral Laboratorium penelitian dan pembibitan ikan air tawar dengan 8000 ribu kunjungan setiap tahunnya.
“Alhamdulillah banyak yang mau belajar disini, bahkan anak PAUD hingga Sekolah Menengah Atas(SMA) dan dosen perguruan tinggi, semuanya kesini untuk belajar dan melakukan penelitian,” terangnya.
Dari segi bisnis, Agus mengungkapkan dari budidaya dan pembibitan ikan air tawar berjenis, Lele, Nila, Patin, Mas, Bawal, dan Gurami dirinya bisa mendapatkan omset sebanyak Rp 150 juta, sekali panennya.
“Itu murni dari penjualan saja, sedangkan kalau untuk kunjungan dan lainnya, saya tidak memungut biaya karena niatnya membangun Empagon 415 ini, memang untuk tempat belajar, bukan untuk lahan bisnis,” imbuhnya.
Dengan adanya Empagon 415 ini, Agus berharap jejaknya dapat diikuti oleh semua masyarakat KTT, agar bisa dijadikan mata pencaharian baru bagi masyarakat.
“Meski masih beli bibitnya sama saya, tapi sudah banyak yang mengikuti jejak saya dan memang itu harapan saya selama ini, agar budidaya ikan air tawar ini, bisa menghasilkan ekonomi buat masyarakat,” pungkasnya.
Pelanggan bibit ikan air tawar Empagon 415, Rian mengaku sangat terinspirasi dan bersyukur dengan adanya Empagon 415 ini. Rian mengaku tidak kesulitan mencari bibit ikan patin dan dapat menjualnya kembali dengan harga yang terjangkau.
“Dulu cari bibitnya susah, karena adanya cuma di Kota Banjarmasin dan kalau dijual kembali harganya tentu agak mahal. Tapi sekarang sudah enak, karena ada Empagon 415,” kata Rian.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli








