benuanta.co.id, TARAKAN – Penjualan bendera Merah Putih dan atribut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kota Tarakan belum menunjukkan peningkatan signifikan. Pedagang musiman asal Garut, Jawa Barat, mengaku pembeli masih sepi meski sudah mulai berjualan selama tiga hari.
Mamat, salah seorang pedagang yang berjualan di Jalan Jendral Sudirman Kel. Pamusian Kec. Tarakan Tengah, mengatakan dalam sehari ia baru mampu menjual sekitar tiga hingga empat bendera.
“Belum ramai. Baru laku tiga sampai empat biji sehari,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut masih tergolong normal karena masyarakat biasanya mulai membeli atribut kemerdekaan pada pertengahan Agustus hingga puncaknya pada tanggal 16 Agustus mendatang
Di lapaknya, Mamat menjual berbagai perlengkapan kemerdekaan, seperti bendera Merah Putih, umbul-umbul, background dekorasi, hingga aksesori untuk kendaraan.
Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Bendera ukuran standar dijual mulai Rp40 ribu hingga Rp60 ribu. Sementara bendera ukuran terbesar dengan panjang sekitar 1,8 meter dibanderol Rp100 ribu.
“Yang paling banyak dicari biasanya ukuran 1,2 meter. Harganya sekitar Rp50 ribuan,” jelasnya.
Selain bendera, umbul-umbul juga menjadi produk yang paling banyak diminati pembeli, terutama dari kalangan instansi pemerintah maupun perkantoran.
“Yang paling banyak dicari umbul-umbul sama bendera. Biasanya orang kantor yang beli,” ungkapnya.
Meski optimistis penjualan akan meningkat menjelang peringatan HUT RI, Mamat mengakui tren penjualan beberapa tahun terakhir mengalami penurunan dibanding sebelumnya.
“Sekarang lagi menurun. Tahun kemarin juga begitu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli








