Inflasi Nunukan Alami Kenaikan pada September 2026, Kelompok Makanan Jadi Pemicu

Ekonomi, Nunukan16 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) pada September 2026 sebesar 2,24 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi pada Agustus 2026 yang tercatat sebesar 1,28 persen.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar, mengatakan berdasarkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi year-on-year pada September 2026 mencapai 2,24 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 111,51.

“Pada September 2026, Kabupaten Nunukan mengalami inflasi year-on-year sebesar 2,24 persen. Sementara secara month-to-month atau dibandingkan Agustus 2026, terjadi inflasi sebesar 0,59 persen,” sebut Iskandar.

Baca Juga :  5 Kandidat Selter JPT Sekda Nunukan Lanjut ke Tahap Asesmen

Selain itu, inflasi berdasarkan tahun kalender (year-to-date) hingga September 2026 tercatat sebesar 1,98 persen. Jika dilihat dalam perkembangan setahun terakhir, inflasi Nunukan sempat berada pada level 1,84 persen pada September 2025, kemudian 1,68 persen pada Oktober, 1,94 persen pada November, dan 1,87 persen pada Desember 2025.

Memasuki Januari 2026, inflasi meningkat menjadi 3,67 persen dan mencapai 4,22 persen pada Februari. Setelah itu, angka inflasi menurun menjadi 1,96 persen pada Maret dan relatif stabil pada April hingga Juni, masing-masing 2,05 persen, 2,03 persen dan 2,08 persen.

Pada Juli 2026, inflasi turun menjadi 1,34 persen dan kembali menjadi 1,28 persen pada Agustus, sebelum meningkat menjadi 2,24 persen pada September.

Baca Juga :  Tarakan Tertinggi, Nunukan Terendah: Inflasi Tahunan Kaltara Capai 2,56 Persen

“Perkembangan inflasi ini menunjukkan adanya perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Karena itu, pemantauan harga dan ketersediaan komoditas tetap penting dilakukan,” ujarnya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan September 2026 antara lain dipengaruhi kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,61 persen, pakaian dan alas kaki 0,01 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,23 persen, serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,21 persen.

Baca Juga :  Kunjungan Wisman ke Nunukan Naik 14,82 Persen pada Agustus 2026

Kelompok kesehatan tercatat memberikan andil 0,05 persen, transportasi 0,21 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,10 persen. Sementara kelompok rekreasi, olahraga dan budaya serta pendidikan masing-masing tercatat 0 persen. Adapun kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran memberikan andil inflasi sebesar 0,46 persen, sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,36 persen.

“Di tingkat Provinsi Kalimantan Utara, pada September 2026 inflasi year-on-year tercatat sebesar 2,24 persen untuk Kabupaten Nunukan, 2,40 persen di Tanjung Selor, dan 2,82 persen di Kota Tarakan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *