BI Kaltara Dorong UMKM dalam Bertransaksi Tetap Gunakan QRIS

Ekonomi0 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara) telah selesai dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung, para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berjualan juga sudah menerapkan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Penerapan QRIS ini menjadi salah satu langkah BI Kaltara untuk mendorong pelaku UMKM mulai terbiasa dengan transaksi digital.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Agus Taufik mengatakan, penggunaan pembayaran digital saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, masyarakat terutama anak muda sudah banyak yang terbiasa menggunakan pembayaran digital dalam melakukan transaksi.

“Generasi milenial sangat melek. Sehingga pelaku UMKM harus adaptasi dengan kebutuhan pasar yang rata-rata mereka sudah digital savvy-nya sudah sangat baik,” kata Agus saat closing ceremony KKB 2026, Sabtu (29/8/2026) malam.

Baca Juga :  Desil Bansos Disorot, Ekonom: Jangan Hanya Lihat Gaji, Ukur Pendapatan Siap Belanja

Ia berharap penggunaan QRIS yang sudah diterapkan selama KKB 2026 tidak hanya dilakukan saat kegiatan berlangsung saja. Para pelaku UMKM juga diharapkan tetap menggunakan QRIS setelah kegiatan selesai.

Agus mengatakan, selama KKB berlangsung, UMKM yang berjualan diwajibkan menyediakan pembayaran digital. Namun, masyarakat yang ingin membayar secara tunai juga tetap dilayani.

“UMKM yang di sini berlangsung dari mulai 27 sampai dengan hari Minggu tanggal 30 Agustus harus menyediakan kanal pembayaran digital. Walaupun tidak menutup kemungkinan masyarakat yang membayar secara tunai, dua kanal itu kita terima,” ujarnya.

Baca Juga :  Dari Dapur Sederhana, Darmah Food Tumbuh Jadi Camilan Kebanggaan Kaltara

Menurut Agus, penggunaan QRIS bisa membantu UMKM mengikuti kebiasaan masyarakat yang saat ini semakin banyak menggunakan transaksi non-tunai.

Selain pembayaran digital, BI Kaltara juga terus memberikan pendampingan kepada UMKM. Pendampingan dilakukan mulai dari pengembangan produk, promosi hingga membantu produk UMKM agar bisa dikenal lebih luas.

Agus menyebutkan, pada tahun ini sudah ada dua UMKM asal Kaltara yang berhasil tampil dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa produk UMKM Kaltara memiliki peluang untuk dikenal di luar daerah.

Baca Juga :  Harga Cabai di Pasar Gusher Tarakan Tembus Rp80 Ribu per Kg, Tomat dan Terong Justru Turun

“Alhamdulillah tahun ini ada dua UMKM yang bisa tampil kemarin di Jakarta di kegiatan Karya Kreatif Indonesia 2026. Ini tentunya merupakan kebanggaan bagi kita semua sebagai keluarga besar atau warga Kaltara, produk kita bisa tampil di acara level nasional,” ungkapnya.

Dengan selesainya KKB 2026, BI Kaltara berharap para pelaku UMKM tidak berhenti menggunakan QRIS. Digitalisasi diharapkan terus diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari agar UMKM Kaltara bisa berkembang dan memperluas pasarnya.

“Ke depan bisa terus naik kelas, sesuai dengan tagline-nya Pak Gubernur, UMKM kita harus naik kelas di level nasional dan go export,” pungkasnya. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *