Nunukan – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan terus memperkuat distribusi BBM di Pulau Nunukan untuk memastikan ketersediaan produk dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. Saat ini, pasokan BBM telah diterima dan stok di sejumlah SPBU dalam kondisi aman.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan Pertamina telah melakukan berbagai langkah percepatan untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM di Kabupaten Nunukan.
“Pertamina telah mengoptimalkan pengiriman pasokan BBM ke Nunukan serta memprioritaskan proses pengisian dan keberangkatan kapal pengangkut dari Fuel Terminal Tarakan. Pasokan telah tiba dan disalurkan ke sejumlah SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan dengan baik,” ujar Edi.
Selama proses penguatan pasokan berlangsung, Pertamina juga mengoptimalkan SPBU 65.774.006 sebagai SPBU pendukung untuk menjaga keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat. Meskipun sempat terjadi peningkatan antrean kendaraan, kondisi pelayanan tetap berjalan tertib dan terkendali.
Pada Rabu (5/8), dua kapal pengangkut BBM telah melakukan pembongkaran untuk memasok sejumlah SPBU di Pulau Nunukan. Penyaluran tambahan sebanyak 89 KL Pertalite dan 30 KL Bio Solar untuk SPBU 65.774.004 dilanjutkan pada Kamis (6/8). Penguatan pasokan juga dilakukan melalui kapal berikutnya untuk menjaga distribusi tetap stabil.
Terkait informasi harga BBM eceran dalam botol yang mencapai Rp35.000, Edi menyampaikan bahwa harga tersebut bukan merupakan harga resmi yang berlaku di SPBU atau lembaga penyalur resmi Pertamina.
“SPBU merupakan titik akhir penyaluran BBM kepada konsumen. BBM yang telah dibeli masyarakat tidak untuk diperjualbelikan kembali,” jelas Edi.
Pertamina terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pengelola SPBU, dan pihak terkait untuk menjaga kelancaran serta ketepatan penyaluran BBM di Kabupaten Nunukan.
Masyarakat diimbau tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan melakukan pembelian melalui SPBU atau lembaga penyalur resmi Pertamina.
Sementara Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Nasir mendesak Pertamina Patra Niaga memperbaiki sistem distribusi BBM ke Nunukan.
Ia meminta adanya kapal cadangan (standby vessel) serta pengaturan jadwal docking agar tidak dilakukan bersamaan pada kapal-kapal yang melayani distribusi ke wilayah perbatasan.
Nasir juga meminta pemerintah pusat dan BPH Migas segera merealisasikan pembangunan depo atau fuel terminal di Kabupaten Nunukan.
Menurutnya, selama ini ketergantungan pasokan dari Tarakan membuat distribusi BBM di Nunukan sangat rentan terganggu.
“Sudah puluhan tahun Nunukan menyumbang devisa dari perbatasan, tapi belum memiliki depo BBM sendiri. Kami mendesak pembangunan fuel terminal dan buffer stock minimal 30 hari. Ini harga mati untuk kedaulatan energi di perbatasan,” tandasnya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







