Angka Prevalensi Stunting di Tahun 2024 Sebesar 14 Persen

Ekonomi79 views

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kerjasama Multi Pihak (KMP) atau Multistakeholder Partnership (MSP) dibutuhkan dalam rangka menurunkan tingkat prevalensi stunting.

Berdasarkan Rembuk Stunting yang diadakan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Kabupaten Tana Tidung beberapa waktu lalu, Kabupaten Tana Tidung merupakan kabupaten dengan prevalensi tertinggi se-provinsi Kaltara sebesar 30,7% pada Tahun 2022.

Baca Juga :  Lapis Tarakan: Buah Hutan Disulap Jadi Produk Unggulan dan Penggerak UMKM Lokal

Pelaksana Tugas (plt) Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang), Bertius mengatakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, menargetkan angka prevalensi stunting di Tahun 2024 sebesar 14%.

“Dalam kesempatan ini dilakukan juga pembahasan mengenai strategi dan kerangka kerja penanganan stunting di KTT serta kesepakatan bersama antar stakeholder yang terlibat,” katanya, Jumat (5/4/2024).

Baca Juga :  Dari Dapur Sederhana, Darmah Food Tumbuh Jadi Camilan Kebanggaan Kaltara

Ia menegaskan diperlukan rencana aksi terpadu bersama dengan melibatkan seluruh pihak pemerintah kabupaten/kota dengan pihak terkait untuk mendukung program percepatan penurunan stunting.

“Ini menjadi sebuah program yang harus dan wajib kita laksanakan di kabupaten kota, stunting ini harus turun sampai 14 persen di tahun 2024 saya kira ini angka yang optimis,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Desil Bansos Disorot, Ekonom: Jangan Hanya Lihat Gaji, Ukur Pendapatan Siap Belanja

Reporter: Ike Julianti

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *