TANJUNG SELOR – Berantas penyakit masyarakat (Pekat) berupa praktik perjudian merupakan salah satu program Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro selama menjabat. Siapa saja yang terlibat akan ditindak tegas.
“Kami tidak ada toleransi untuk kasus perjudian, terbukti sudah kami tindak seperti di KTT itu, di Pulau Tias dan di Tanjung Palas Utara,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro kepada benuanta.co.id, Senin 24 Mei 2021.
Dia menuturkan jika para pemain sabung ayam ini cukup nekat, karena bermain judi tepat di areal persawahan Desa Panca Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara. Lokasinya sangat mencolok dan mudah dikenali karena suasananya yang ramai.
“Ini sangat mencolok karena setiap hari orang lewat saat akan ke sawah atau kebun. Bahkan ini dilakukan terang terangan, anak kecil ikut lihat ada juga yang berdagang, inikan menantang namanya,” ujarnya.
Kata dia, mereka juga saat main mengabaikan protokol kesehatan (Prokes) padahal saat ini masih berada dalam situasi pandemi Covid-19. “Mereka tidak pakai masker, tidak jaga jarak kalau pelanggaran prokes mereka semua kena ini,” bebernya.
Tak hanya warga biasa yang ikut terjaring operasi, polisi juga mengamankan beberapa orang yang bekerja di pemerintahan desa dan aparatur sipil negara (ASN). Teguh menuturkan mereka ini seharusnya menjadi panutan masyarakat tapi malah mereka yang melakukan tindakan tidak terpuji.
“Penjudinya ada yang PNS, ada staf sekretaris dewan DPRD Bulungan, ada Kaur Kesra dan Kaur Perencanaan desa yang ikut main, ada Ketua RT juga,” sebutnya.
Masih Kapolres, perbuatan mereka sebenarnya sudah pernah ditegur oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama di desa tersebut. Hal ini dikarenakan tindakan judi tak dibenarkan oleh ajaran agama, terlebih masyarakatnya cukup agamis.
“Tapi tidak pernah dihiraukan, ini yang kita sesalkan sudah diingatkan tapi tidak mendengar. Terlebih lagi lahan yang digunakan sabung ayam milik oknum pemerintahan desa. Makanya kami berikan efek jera,” tuturnya.
Yang membuatnya agak kesal dan geram, jarak lokasi judi dengan Polsek Tanjung Palas Utara juga dekat sekali, tidak sampai 10 menit sudah sampai di lokasi. Selama ini tidak adanya laporan dan deteksi dini dari anggotanya, apalagi permainan judi itu sudah berjalan sebelum bulan Ramadan.
“Mohon maaf di sana ada oknum aparat yang ikut mengambil jatah, ini akan kita dalami. Untuk itu dari Paminal Propam akan mendalami khususnya anggota Polsek yang ada disitu,” tegasnya.
“Karena atensi untuk perjudian ini sudah lama ditindak tegas tapi masih berlangsung dan berjalan,” tambahnya.
Dia menambahkan untuk tindaklanjutnya, bagi PNS ini akan berkoordinasi dengan Kepala Desa yang bersangkutan. Begitu juga dengan staf Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bulungan ini, pihaknya akan memanggil Sekwan untuk dimintai keterangan.
“Akan kami panggil Kepala Desa dan Sekwan-nya untuk dimintai keterangan, karena melakukan tindak pidana tidak terpuji,” pungkasnya.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







