benuanta.co.id, BULUNGAN – Kondisi udara yang kembali terdampak asap kebakaran hutan dan lahan membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan kembali menerapkan pembelajaran dari rumah.
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR) mulai diberlakukan pada 6 sampai 8 Oktober 2026. Kebijakan ini berlaku untuk murid PAUD/RA, SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta di seluruh Kabupaten Bulungan.
Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melihat kondisi kualitas udara di Bulungan yang masuk kategori tidak sehat.
“Kita melihat kondisi udara hari ini, Senin 5 Oktober pukul 12.00 Wita masuk kategori tidak sehat. Ditambah lagi dari laporan satuan pendidikan di beberapa kecamatan, sehingga untuk sementara pembelajaran kita kembalikan ke PJJ atau BDR,” katanya, Senin (5/10/2026).
Menurut Suparmin, kebijakan ini juga mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 terkait penyelenggaraan layanan pendidikan di daerah yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.
Selama BDR, sekolah tetap diminta menjalankan kegiatan belajar mengajar. Namun, cara pembelajaran bisa disesuaikan dengan kondisi murid dan fasilitas yang dimiliki masing-masing sekolah.
Jadi, meskipun murid belajar dari rumah, kegiatan pembelajaran tetap berjalan dan tidak dihentikan.
Sementara untuk guru dan tenaga kependidikan tetap masuk dan menjalankan tugas di sekolah seperti biasa. Mereka diminta menggunakan masker dan mengurangi kegiatan di luar ruangan.
“Kepada tenaga pendidik dan kependidikan tetap melaksanakan tugas seperti biasa, tetapi menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau ada yang memiliki komorbid, bisa menyesuaikan dengan kondisinya,” ujarnya.
Disdikbud juga meminta sekolah yang mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk segera berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing.
Penerapan BDR ini juga belum tentu berhenti pada 8 Oktober. Disdikbud akan melihat kembali perkembangan kualitas udara dan kondisi asap di Bulungan.
Suparmin menyampaikan, perubahan atau penghentian BDR akan dilakukan setelah melihat hasil pemantauan dan evaluasi kondisi udara serta kesehatan dan keselamatan warga sekolah.
“Kita akan terus pantau kondisi di lapangan. Kalau kondisi udara sudah membaik, nanti akan kita evaluasi lagi untuk pelaksanaan pembelajaran berikutnya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







