Menurut Agus, model PDU ini memiliki unsur yang kental dengan kebudayaan karena berbentuk beskap atau seperti pakaian adat pria dengan kerah menutupi sampai leher.
“Ini kan beskap ya, kearifan lokal supaya kita bisa mandiri lah secara pakaian. Punya ciri khas bahwa pakaian yang digunakan oleh TNI memiliki unsur budaya,” kata Agus saat ditemui usai upacara di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.
Walaupun kental akan unsur budaya Indonesia, beberapa pihak menilai PDU itu mirip dengan seragam militer dari negara lain, terutama yang berasal dari kawasan Asean.
Menanggapi hal tersebut, Agus menilai kemiripan tersebut merupakan hal yang lumrah.
“Pakaian tuh hampir sama di Asean ya. Daerah-daerah lain kalau saya ke luar negeri juga hampir sama sih pakaiannya. Lagi pula dulu (kita) satu rumpun kan,” jelas Agus.
TNI memamerkan PDU baru saat upacara peringatan HUT Ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Dalam siaran langsung upacara HUT TNI disaksikan melalui YouTube Puspen TNI, terlihat baju PDU baru milik TNI AD, AU, dan AL memiliki perbedaan yang cukup banyak dengan PDU sebelumnya.
Pada PDU baru, tidak terdapat model kerah lipat atau kerah tidur yang mirip dengan kerah jas. Model kerah itu diganti dengan kerah yang langsung melingkari bagian leher.
Selain itu, di bagian kerah terdapat garis berwarna emas dengan latar belakang kain berwarna merah. Ornamen itu terpasang di sisi kanan dan kiri kerah.
Selain itu, di ujung lengan PDU juga dihiasi lis melingkar berwarna emas. Garis tersebut terdiri atas dua jenis, yakni tebal dan tipis.
Untuk warna dasar PDU tidak memiliki banyak perubahan dibandingkan dengan yang sebelumnya.
PDU TNI AD masih memakai warna hijau tua, TNI AL berwarna putih, dan TNI AU berwarna biru gelap.
Adapun, model PDU yang baru tersebut dipakai oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto beserta jajarannya.
Sumber : Antara







