Rusak Pangsa Pasar Lokal, Pemkab KTT akan Perketat Pengawasan Produk Asal Malaysia

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Sejumlah produk asal Malaysia diduga masih beredar bebas secara ilegal di Kabupaten Tana Tidung (KTT). Mayoritas produk asal Malaysia itu yang diduga beredar secara ilegal merupakan produk kebutuhan rumah tangga seperti Sembako dan lainnya.

Terkait hal ini, Bupati KTT Ibrahim Ali pun akhirnya angkat suara. Ia mengatakan saat ini pihaknya melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, akan segera melakukan inventarisir terhadap produk yang dianggap tidak mengantongi izin di wilayah KTT.

“Akan segera kita tindak lanjuti bersama OPD terkait, pasalnya sangat disayangkan juga kalau produk-produk kebutuhan rumah tangga ternyata ada yang beredar secara ilegal di KTT,” kata Bupati, Senin, 14 Agustus 2023.

Ia menambahkan produk yang beredar secara ilegal, tidak dapat dipertanggung jawabkan persoalannya seperti persoalan halal dan tidak halal, sehat dan tidak sehat dan lainnya. Sehingga ia pun ingin produk yang beredar di KTT merupakan produk yang legal dan dapat dipertanggung jawabkan.

“Kasian juga masyarakat jika nantinya terjadi apa-apa, produk yang menjadi penyebabnya ternyata tidak bertanggung jawab karena ilegal dan tidak membayar pajak Negara. Hal ini tentunya sangat merugikan kita,” ujarnya.

Sehingga dalam hal ini, Bupati pun mengimbau masyarakat untuk hanya membeli produk asal dalam negeri saja yang kepastian kesehatannya sudah terjamin oleh negara.

“Harus menggunakan produk dalam negeri. Jika pun mahal saya rasa perbedaan harganya hanya sedikit saja. Tapi yang terpenting ialah kepastian pertanggung jawabannya sudah jelas,” himbaunya.

Sementara itu, Kapolres Tana Tidung, AKBP Didik Purwanto menambahkan, laporan masyarakat bahwa masih ditemukan peredaran produk dari negeri tetangga, Malaysia di wilayah KTT. Kemungkinan masyarakat memilih untuk menjual produk tersebut karena harganya murah dan tergolong ekonomis.

Namun yang tidak bisa dibiarkan ialah peredaran produk Malaysia dapat merusak pangsa pasar, serta terjadi ketimpangan antara produk lokal dan produk luar negeri.

“Saat ini kita selalu mencoba untuk menekan perdagangan dari luar, dengan intensif koordinasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat serta para pedagang,” pungkasnya. (*)

Reporter : Osarade

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *