benuanta.co.id, BULUNGAN — Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati Zainal, berjanji memperjuangkan 500 kuota Program Indonesia Pintar (PIP) bagi pelajar di Kalimantan Utara (Kaltara) pada 2026.
Program itu ditujukan membantu siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan.
“Itu program saya dari DPR RI. Dari fraksi saya memberikan bantuan Program Indonesia Pintar,” sebutnya, Rabu (13/5/2026)
Politikus daerah pemilihan Kaltara itu mengatakan bantuan pendidikan tersebut menjadi bagian dari aspirasi yang diperjuangkannya di parlemen. Ia berharap program tersebut dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah perbatasan.
Menurut Rahmawati, penyaluran bantuan akan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi keperamukaan dan sekolah-sekolah di Kaltara. Kolaborasi itu dilakukan untuk memastikan bantuan diterima siswa yang benar-benar membutuhkan.
“Dari kolaborasi ini kita memetakan untuk melihat mana yang pantas kita berikan bantuan. Termasuk kita juga akan memberikan semangat kepada mereka,” ujarnya.
Ia memastikan, program bantuan pendidikan itu akan terus diperjuangkan agar jumlah penerima manfaat di Kalimantan Utara semakin bertambah. “Program Indonesia Pintar ini akan terus saya perjuangkan secara berkelanjutan bisa masuk di Kaltara,” jelasnya.
Selain PIP, Rahmawati menyinggung program beasiswa Kaltara Unggul yang dijalankan Pemprov Kaltara. Menurut dia, dukungan pemerintah pusat dan daerah perlu berjalan beriringan untuk memperkuat sektor pendidikan, terutama di kawasan perbatasan.
“Jadi kita bersama-sama akan terus memperjuangkan perhatian untuk sektor pendidikan di wilayah perbatasan ini,” tuturnya.
Program Indonesia Pintar merupakan bantuan pemerintah yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan personal pendidikan siswa, seperti perlengkapan sekolah, biaya operasional pendidikan, dan kebutuhan penunjang belajar lainnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







