146 Pelaku Usaha Bertemu, Jatim-Kaltara Buka Jejaring Ekonomi Baru

benuanta.co.id, TARAKAN – Sebanyak 146 pelaku usaha dari Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) dipertemukan dalam Forum Business Meeting, Misi Dagang, dan Investasi di Tarakan, setelah sebelumnya ratusan pelaku usaha dari kedua provinsi membangun komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama secara daring, membuka ruang baru bagi perluasan jejaring bisnis, perdagangan, dan investasi antardaerah.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, S.Hut., M.M, mengungkapkan pelaksanaan misi dagang tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kepentingan ekonomi daerah, baik dalam lingkup nasional maupun global. Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan berbagai sektor dan kepentingan dalam membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

“Inilah misi dagang, jadi semuanya disatukan dalam forum misi dagang ini. Tentunya ini adalah forum yang sangat luar biasa dalam menjaga kepentingan ekonomi, baik lokal maupun global,” ungkapnya, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan kegiatan tersebut mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga vertikal, OPD, BUMD, hingga organisasi dan asosiasi pengusaha. Dukungan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting sehingga koordinasi dan persiapan pelaksanaan misi dagang dapat berjalan secara optimal.

“Ketika diperintah untuk melakukan misi dagang, teman-teman sudah berjalan menurunkan tugasnya masing-masing, sehingga kami yang mengoordinasikan tidak kesusahan dalam rangka pelaksanaan misi dagang di setiap provinsi,” jelasnya.

Iwan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara atas dukungan terhadap pelaksanaan Forum Business Meeting, Misi Dagang, dan Investasi tersebut. Menurutnya, koordinasi antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara telah dilakukan secara intensif sebelum kegiatan berlangsung.

Baca Juga :  Kaltara Tak Masuk 6 Provinsi Prioritas Karhutla, Gubernur Zainal: Penanganan Terus Diperkuat

“Teman-teman kita di Kalimantan Utara dan Jawa Timur koordinasi terus, kami juga koordinasi di Jakarta,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pimpinan dan perwakilan lembaga turut hadir untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Selain jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Utara, forum itu juga dihadiri unsur Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, BUMD, perbankan, OPD, serta berbagai organisasi dunia usaha.

“Para pimpinan instansi vertikal Provinsi Jawa Timur yang hadir pada kesempatan ini merupakan tim yang sangat lengkap,” paparnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa misi dagang tidak hanya berorientasi pada transaksi jual beli antarpelaku usaha. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun konektivitas ekonomi yang melibatkan pemerintah, sektor keuangan, BUMD, asosiasi, dan pelaku usaha secara bersama-sama.

“Sinerginya sangat luar biasa, sehingga kami menyebutkan satu per satu karena keterlibatan dan dukungannya dalam kegiatan ini,” tegasnya.

Iwan mengatakan asosiasi pengusaha dari Jawa Timur maupun Kalimantan Utara juga memiliki peran penting dalam memperluas jejaring bisnis. Sejumlah organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia, serta berbagai organisasi sektor industri turut ambil bagian dalam forum tersebut.

“Tentunya para asosiasi dari Provinsi Kalimantan Utara dan Jawa Timur hadir pada kesempatan yang berbahagia ini untuk bersama-sama membangun kerja sama ekonomi,” katanya.

Forum Business Meeting, Misi Dagang, dan Investasi antara kedua provinsi itu diikuti sebanyak 146 pelaku usaha. Kehadiran ratusan pelaku usaha tersebut menjadi salah satu indikator besarnya minat terhadap peluang perdagangan dan investasi yang dapat dikembangkan antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara.

Baca Juga :  Gubernur Ikuti Rakor Nasional, Penanganan Karhutla Diperkuat

“Di dalam forum bisnis investasi misi dagang ini telah hadir 146 pelaku usaha pada forum ini,” bebernya

Ia menyebut, pemerintah tidak ingin kegiatan tersebut berhenti sebatas pertemuan atau seremoni. Setiap peluang transaksi dan kerja sama yang terbentuk melalui misi dagang akan terus mendapatkan pendampingan dan pemantauan agar menghasilkan realisasi yang konkret.

“Kami akan mendampingi dan melaporkan secara betul berkaitan dengan transaksi yang terjadi,” sebutnya.

Misi dagang antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara tersebut merupakan kegiatan ketujuh yang dilaksanakan dalam rangkaian program misi dagang tahun ini. Secara keseluruhan, kegiatan itu juga menjadi pelaksanaan misi dagang ke-55 selama kepemimpinan Gubernur Jawa Timur.

“Insyaallah pada hari ini adalah misi dagang yang ke-7 dan misi dagang yang ke-55 selama Ibu menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur,” bebernya.

Selain mempertemukan pelaku usaha secara langsung, persiapan kegiatan tersebut juga telah dilakukan melalui serangkaian pertemuan bisnis secara daring. Sebelum forum tatap muka digelar, Jawa Timur dan Kalimantan Utara telah melaksanakan lima kali business meeting online untuk mempertemukan kebutuhan dan potensi kerja sama antarpelaku usaha.

“Sebelumnya kami sudah melakukan lima kali business meeting secara online,” terangnta.

Dari proses koordinasi tersebut, terbentuk pula jejaring komunikasi yang melibatkan 261 pelaku usaha dari Jawa Timur dan Kalimantan Utara melalui grup percakapan bersama. Komunikasi yang berlangsung secara intensif itu menjadi sarana untuk mempertemukan pelaku usaha dan mendiskusikan peluang kerja sama sebelum maupun setelah pelaksanaan misi dagang.

Baca Juga :  Potensi Energi Besar, Kaltara Dorong Pemerataan Akses Listrik

“Ada 261 pelaku usaha yang tergabung di dalam WA Group antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara,” imbuhnya.

Tidak hanya mempertemukan pelaku usaha, kegiatan tersebut juga menghasilkan sejumlah agenda kerja sama kelembagaan. Dalam forum itu direncanakan dilakukan penandatanganan kerja sama yang melibatkan satu OPD dan tiga asosiasi sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antardaerah.

“Pada hari ini juga akan dilakukan kerja sama satu OPD dan tiga asosiasi,” lanjutnya.

Iwan menilai kerja sama antardaerah melalui misi dagang dan investasi memiliki arti strategis dalam membuka akses pasar sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara. Pertemuan langsung antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat menghasilkan transaksi serta investasi yang berkelanjutan dan memberikan dampak bagi perekonomian kedua daerah.

“Kami berharap forum business, misi dagang, dan investasi ini dapat terus berjalan dengan baik melalui dukungan dan kerja sama seluruh pihak,” harapnya.

lwan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap arahan dan dukungan dari pimpinan kedua daerah dapat semakin memperkuat tindak lanjut kerja sama yang telah dibangun melalui forum tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang sudah mendukung terbaik kegiatan forum business, misi dagang, dan investasi ini sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *