benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong terwujudnya pendidikan inklusif yang ramah bagi seluruh anak.
Upaya ini dilakukan dengan menggandeng Program INOVASI guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Komitmen tersebut disampaikan Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kaltara, Pollymaart Sijabat, dalam Rapat Komite Pengarah Program INOVASI Fase 3 Tahun 2026 yang digelar di Kantor Gubernur Kaltara belum lama ini.
Pollymaart menjelaskan, program yang telah berjalan sejak 2024 itu kini memasuki tahun kedua pelaksanaan dengan sejumlah capaian positif. Di antaranya penguatan literasi siswa, peningkatan kapasitas guru, hingga terbentuknya komunitas belajar di berbagai daerah.
“Program ini mendorong sekolah menjadi lebih inklusif, aman, dan nyaman bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan tidak hanya berfokus pada proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga harus mampu menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.
Melalui forum tersebut, pemerintah bersama para mitra pembangunan berupaya memperkuat kolaborasi sekaligus menyamakan arah kebijakan ke depan. Rapat ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap capaian program, serta memastikan keberlanjutan yang selaras dengan prioritas pembangunan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara periode 2024–2029.
Di akhir penyampaiannya, Pollymaart berharap hasil rapat tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan dapat segera diwujudkan dalam langkah konkret di lapangan.
“Yang penting hasilnya bisa langsung dirasakan oleh sekolah, guru, dan anak-anak,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







