Dishub akan Permanenkan Sistem Satu Arah Stadion Datu Adil Setelah Evaluasi

benuanta.co.id, TARAKAN – Sistem jalur satu arah yang diterapkan di simpangan Stadion Datu Adil Kota Tarakan terbilang hal yang baru bagi masyarakat. Bahkan, tak jarang masih ada pengendara yang melanggarnya.

Sejak diterapkannya sistem satu arah tersebut, pengendara dari arah kota yang hendak menuju wilayah Timur harus berputar mengelilingi Stadion. Hal ini dilakukan guna mencegah kerawanan kecelakaan yang sebelumnya kerap terjadi di daerah tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan, Ahmady Burhan menerangkan kendati terbilang hal yang baru bagi masyarakat, ia mengapresiasi dari respon masyarakat yang mulai terbiasa dengan jalur baru tersebut.

“Ada pasti yang kaget masyarakatnya, ada juga yang belum terbiasa tapi pelan-pelan sudah mulai biasa,” terangnya saat dihubungi, Senin (6/6/2022).

Berdasarkan pantauan benuanta.co.id di lapangan, tampak pembatas jalan yang diletakkan masih menggunakan traffic cone dan beton. Tidak hanya itu, petugas Dishub juga ditempatkan untuk mengantisipasi sembari memberikan sosialisasi kepada pengendara yang masih asing dengan penerapan satu jalur tersebut.

“Kita masih tempatkan petugas dititik-titik wilayah situ, tetap monitor juga, nah kalau sanksinya kita kembali ke lalu lintas dalam kaitannya polisi lalu lintas untuk rambu-rambu dan sebagainya,” paparnya.

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan tersebut juga mengatakan bahwa nantinya sistem satu arah ini akan dipermanenkan menggunakan sarana prasarana sebagaimana mestinya.

“Evaluasinya 3 bulan dulu, selanjutnya kita akan permanenkan kalau sudah dievaluasi,” sebutnya.

Ahmady menjelaskan untuk melakukan sistem pembatas jalan yang permanen juga membutuhkan waktu dan pembicaraan lebih lanjut dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Kita komunikasikan lagi ke tim, karena sarprasnya butuh juga dibincangkan. Kita fokus dulu ke Datu Adil kalau sudah clear nanti kita akan fokus ke yang lainnya juga,” tuntasnya.

Salah satu pengendara, Febri (25) mengaku cukup terbantu dengan adanya sistem satu arah ini. Ia merasa tak lagi was-was ketika mengendarai motor menuju arah rumahnya.

“Kan kalau dulu itu tidak ada sistem begini tidak aman gitu, karena banyak motor atau mobil juga dari arah yang berlawanan. Jadi agak takut aja apalagi kalau malam banyak juga yang balapan di sini ini,” paparnya.

Ia berharap bahwa ke depan pemerintah lebih memperhatikan lagi wilayah jalan yang membutuh perhatian seperti persimpangan. Ia juga meminta agar fasilitas di jalan raya diberikan demi kenyamanan berkendara.

“Ini sudah bagus, walaupun agak jauh memutar kelilingi stadiun ini tidak papa, asal aman. Tinggal permanennya lagi sama sedikit penerangan,” tutupnya Febri. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *