TP PKK Nunukan Tingkatkan Keterampilan Perajin lewat Pelatihan Anyaman Berbasis Potensi Lokal

benuanta.co.id, NUNUKAN – Semangat para perajin lokal untuk mengembangkan produk berbasis kearifan daerah semakin menguat setelah mengikuti Workshop dan Pelatihan Kerajinan Anyaman Lokal Rotan dan Daun Pandan serta Menjahit Modifikasi Anyaman dengan Kulit dan Manik yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan BKPSDM Nunukan pada 22–29 Juni 2026 itu menghadirkan narasumber dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta. Selama sepekan, para kader PKK dari berbagai kecamatan dibekali teknik mengolah anyaman tradisional menjadi produk yang lebih inovatif, modern, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga kesempatan bertukar pengalaman dan memperluas jejaring antarpengrajin dari berbagai wilayah di Kabupaten Nunukan.

Salah satu peserta, Yoneng, perwakilan PKK Kecamatan Lumbis Ogong dari Desa Semata, mengaku bangga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.

“Saya sangat senang dan bangga bisa menjadi salah satu peserta kegiatan ini. Selain belajar, saya juga mendapatkan banyak pengetahuan, pengalaman, serta bertemu dengan teman-teman baru,” ujarnya.

Baca Juga :  Annur FC Juara Bupati Cup 2026, Taklukkan Kaliber FC lewat Gol Tunggal Diakite

Yoneng menuturkan, membuat kerajinan anyaman bukanlah hal baru baginya. Selain mengurus rumah tangga, ia sehari-hari bekerja sebagai penjahit sekaligus pengrajin anyaman di desanya.

Bersama masyarakat setempat, ia telah memproduksi berbagai kerajinan seperti tas, bakul, tikar, dan aneka produk lainnya. Namun selama ini hasil kerajinan tersebut umumnya dibuat untuk kebutuhan pribadi atau berdasarkan pesanan.

“Di rumah selain sebagai ibu rumah tangga, saya juga menjahit dan membuat anyaman seperti tas, bakul, tikar, dan lainnya. Selama ini kami membuat untuk kebutuhan sendiri, kalau ada yang pesan baru kami buat untuk dijual,” katanya.

Menurut Yoneng, materi yang diberikan selama pelatihan membuka wawasan baru, khususnya mengenai pengembangan desain, teknik finishing, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Pada pelatihan ini banyak sekali ilmu yang kami dapatkan. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini usaha kami di desa bisa lebih maju dan dapat memberdayakan anggota yang lainnya,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak perajin di tingkat desa memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Baca Juga :  Andi Annisa Bantah Tuduhan Perintah Pembuatan Nota Fiktif di Sebatik

“Kami berterima kasih kepada PKK Kabupaten Nunukan yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini. Harapannya kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi dan kami dapat dilibatkan kembali,” tuturnya.

Melalui pelatihan tersebut, Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan dapat diterapkan menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus melestarikan kerajinan khas daerah.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya PKK dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui peningkatan keterampilan yang berbasis pada potensi lokal daerah.

“Nunukan memiliki kekayaan sumber daya alam seperti rotan dan daun pandan yang selama ini telah dimanfaatkan masyarakat menjadi berbagai produk kerajinan. Melalui pelatihan ini, kami ingin para kader PKK dan perajin tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga lebih kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing di pasar,” ujarnya.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat ditularkan kepada masyarakat di masing-masing kecamatan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan kelompok usaha di desa.

Baca Juga :  Usai Training Center, Kafilah Nunukan Bidik Hasil Maksimal di MTQ X Kaltara

“Kami berharap para peserta menjadi agen perubahan di wilayahnya masing-masing. Apa yang dipelajari selama pelatihan ini dapat dibagikan kepada anggota PKK dan masyarakat lainnya sehingga lahir lebih banyak perajin yang produktif dan mampu menciptakan produk khas Nunukan yang bernilai ekonomi tinggi,” katanya.

Andi Annisa menambahkan, TP PKK Kabupaten Nunukan akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk menghadirkan program-program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami, kerajinan lokal Nunukan tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas. Dengan begitu, pelestarian budaya berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Potensi kerajinan berbahan rotan dan daun pandan dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan karena bahan bakunya tersedia di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Nunukan. Dengan sentuhan inovasi dan peningkatan kualitas produk, kerajinan lokal diharapkan mampu menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *