Bupati Sri Juniarsih Minta Petani Semangat Kembangkan Kakao Jadi Komoditas Unggulan Berau

benuanta.co.id, BERAU – Di balik tanaman kakao yang tumbuh di kebun masyarakat, tersimpan peluang ekonomi yang berpotensi dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Berau.

Potensi itulah yang ingin didorong Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas dan mengajak petani untuk lebih bersemangat mengembangkan kakao sebagai komoditas perkebunan yang memiliki peluang pasar luas, sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Sri Juniarsih saat mengunjungi kebun kakao milik masyarakat. Dalam kunjungan itu, ia melihat langsung perkembangan tanaman sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar potensi kakao dapat dikelola secara lebih optimal. Menurutnya, pengembangan kakao membutuhkan keseriusan dan pendampingan berkelanjutan.

Baca Juga :  Sambangi Kementerian Komidigi, Bupati Sri Juniarsih Paparkan Keterbatasan Jaringan Telekomunikasi di Berau

“Petani tidak hanya perlu memperhatikan pertumbuhan tanaman, tetapi juga memahami teknik budidaya yang baik agar produktivitas dan kualitas hasil panen dapat ditingkatkan,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

“Kenapa kita tidak semangat untuk menjadi petani kakao?,” sambungnya.

Bagi Sri Juniarsih, kakao memiliki peluang untuk menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Terlebih, kakao berkualitas memiliki kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional,” tuturnya.

Kata Sri Juniarsih Mas peluang tersebut perlu didukung pengelolaan perkebunan yang baik. Mulai dari pembibitan, perawatan tanaman, hingga proses panen, setiap tahapan perlu diperhatikan agar hasil perkebunan mampu memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan pasar.

Baca Juga :  Bupati Sri Juniarsih Sambut Baik Kabar Masuknya McDonald's hingga Hypermart di Kabupaten Berau

“Karena itu, pembinaan petani menjadi salah satu hal penting yang ditekankan dalam pengembangan kakao di Berau,” tegasnya.

Mengembangkan kakao sebagai komoditas unggulan tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat menanam. Petani juga membutuhkan pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan agar mampu mengelola perkebunan secara produktif dan berkelanjutan.

Sri Juniarsih menekankan tujuan utama pengembangan kakao harus berorientasi pada peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Dengan pembinaan yang tepat, petani diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus memperbesar peluang memperoleh pendapatan yang lebih baik,” tuturnya.

Ia juga berharap seluruh pihak memiliki kesamaan visi dalam mendorong pengembangan kakao di Kabupaten Berau.

Baca Juga :  Minta Usut Pembakar Lahan Tanpa Pandang Bulu, Bupati Berau: Tidak Ada Tebang Pilih!

“Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pihak terkait diperlukan agar pengembangan komoditas ini berjalan secara menyeluruh, mulai dari kegiatan budidaya di kebun hingga pengolahan dan pemasaran hasil panen,” jelasnya.

Dengan demikian, manfaat kakao diharapkan tidak hanya berhenti pada produksi perkebunan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor tersebut.

“Permintaan kami adalah untuk membina para petani supaya taraf kehidupan masyarakat lebih baik. Mudah-mudahan kita semua sama satu visi untuk mengangkat kehidupan masyarakat yang lebih baik melalui kakao,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina