benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) targetkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) bisa diadakan pada akhir tahun 2022 ini.
Jika pergelaran itu bisa diadakan, maka Porprov kali ini akan menjadi Porprov pertama yang digelar oleh Provinsi Kaltara. Sejak ditetapkan sebagai wilayah provinsi sendiri pada 2012 silam, Kaltara yang saat itu masih tergabung dengan Provinsi Kaltim, sudah sering kali melaksanaan kegiatan olahraga serupa hanya saja statusnya masih bersifat kejuaraan.
“Dulu namanya Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tingkat wilayah, karena status kita masih bergabung sama Provinsi Kaltim. Tapi karena Kaltara sudah menjadi Provinsi sendiri, maka kita sudah bisa menggelar Porprov sendiri dan ini akan menjadi Porprov perdana kita,” kata Ketua KONI Provinsi Kaltara, Nasir pada Selasa, 7 Juni 2022.
Nasir menambahkan, Porprov Kaltara harus bisa dilakukan pada tahun ini. Pasalnya, selain akan menjadi pergelaran Porprov se-Nasional, Porprov di tahun ini juga menjadi syarat utama Provinsi Kaltara dalam mengikuti PON XXI yang akan digelar di Aceh.
“Semua provinsi di tahun ini akan menggelar Porprov, jadi Kaltara juga harus melaksanakannya. Soalnya syarat untuk mengikuti PON XXI, setiap provinsi harus menggelar Propov terlebih dahulu,” ujarnya.
Adanya syarat seperti itu, merupakan ketentuan dari KONI RI. Sebab pergelaran Porprov juga menjadi ajang kelayakan setiap Daerah dalam menyiapkan atlet untuk mengikuti PON XXI.
Selain itu pergelaran Porprov Kaltara nantinya juga menjadi ajang KONI Kaltara dalam menentukan paping Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan di PON XXI.
“Jadi memang wajib untuk diadakan Porpov di tahun ini, karena dalan Porprov ini juga kita bisa melihat Cabor unggulan, andalan dan harapan. Jadi tiga kelas inilah yang menjadi patokan kita dalam menargetkan medali,” terangnya.
Sedangkan untuk anggarannya sendiri, Nasir mengaku belum dapat membeberkannya selain hal ini masih bersifat rencana pelaksanaan Porprov juga masih dalam pembahasan bersama Gubernur Provinsi Kaltara.
“Kalau anggaran belum kita bahas, makanya kita belum memiliki estimasi tetap terkait anggaran. Nanti setelah proposalnya sudah kita buat dan kita ajukan baru kita tahu berapa anggaran yang kita butuhkan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Nicky Saputra






