NUNUKAN – Melawan penyebaran Covid-19, agar tidak mewabah di Kecamatan Sembakung, Pemerintah Kecamatan melakukan penjagaan di pintu masuk orang dengan ketat. Selain itu juga dilakukan screening serta penyemprotan disinfektan barang bawaan.
Kepala Desa Atap Kecamatan Sembakung, Syahrial mengatakan, Desa Atap telah mendirikan posko di pintu masuk, baik darat maupun sungai. Pembatasan pun diberlakukan setiap orang yang masuk maupun keluar. Pukul 08.00 Wita akan dibuka dan akan ditutupi kembali pada pukul 23.00 Wita.
“Jalan ini akan kita tutup sesuai jam yang telah kita sepakati, dan kita gembok sehingga tidak ada yang bisa keluar maupun masuk di Desa Atap. Yang kita takut masuk itu dari Malinau maupun KTT karena mereka juga sudah ada yang positif Covid-19 dan satu jalur darat. Sehingga kita lakukan penjagaan ketat untuk menjaga terjadinya penyebaran virus Corona di kampung kami,” kata Syahrial kepada benuanta.co.id, Rabu (27/5/2020).
Lanjut dia, hal ini merupakan kerja sama antara pemerintah dan TNI-Polri, bahkan masyarakat untuk menjaga Kecamatan Sembakung agar aman dari penyebaran Covid-19.
Selain itu, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Desa sebesar Rp 600 ribu telah diberikan kepada masyarakat penerima, yang dirapel dua kali sekaligus sebesar Rp 1.200.000 kepada kepala keluarga (KK) penerima bantuan. Penyerahan bantuan BLT Rp 600 ribu terakhir pada bulan Juni yang rencananya akan diberikan tiga tahapan.
Sedangkan penerima bantuan BLT adalah yang belum pernah menerima bantuan lainnya dari pemerintah. “Penduduk Desa Atap mencapai 2.800 jiwa lebih dan KK sebanyak 800 lebih,” jelasnya.
Untuk pembagian BLT disalurkan dengan rata, hingga saat ini masih membuka bagi masyarakat yang belum menerima bantuan sama sekali agar mendaftar dirinya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







