Hadiri Rakernas Apkasi, Bupati Laura: Penghapusan Tenaga Honorer Dipersoalkan Banyak Daerah

benuanta.co.id, NUNUKAN – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura hafid mengikuti Rapat Kerja Nasional XIV Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Bogor, Jawa Barat pada 18 Juni 2022 lalu.

Bupati Laura mengatakan, dalam rakernas tersebut mayoritas Kepala Daerah mempersoalkan adanya mandat PP No 49 Tahun 2018, dimana kepala daerah sudah harus melaksanakan skema penghapusan tenaga honorer hingga tahun 2023.

Baca Juga :  Nunukan Kembali Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Masuk Kategori Sedang

Menurutnya, saat ini tenaga honorer masih memegang peranan yang cukup penting dalam menjalankan pelayanan pemerintah daerah. Oleh karena itu penghapusan tenaga honorer harus benar-benar dicarikan skema yang solutif, agar tidak menimbulkan gejolak baik dari aspek pelayanan pemerintah daerah maupun aspek sosial.

“Apalagi tahun 2023 merupakan tahun-tahun politik yang sangat rawan menimbulkan gejolak sosial,” kata Laura, Selasa (21/6/2022).

Baca Juga :  Perputaran Ekonomi Paras Fest 2026 Tembus Rp12,6 Miliar

Penghapusan tenaga honorer secara serentak di daerah juga dikhawatirkan membuat peningkatan angka penangguran, karena sangat berpotensi membuka celah pengangguran.

“Dampak penghapusan tersebut akan menimbulkan permasalahan sosial karena jika dihapus secara serentak menyebabkan banyaknya pengangguran di daerah,” ujar Laura.

Data BKPSDM Kabupaten Nunukan, mencatat  Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nunukan sekitar 3.878 ASN dan untuk jumlah tenaga honorer yang ada di setiap OPD sekitar 5.833 orang. Jika dilihat tenaga honorer lebih dominan dibandingkan jumlah ASN.

Baca Juga :  Langgar Aturan Keimigrasian, WNA Asal Pakistan Dideportasi dari Nunukan

Selain isu penghapusan tenaga honorer, beberapa isu yang mengemuka di Rakernas kali ini antara lain terkait kebijakan DBH (Dana Bagi Hasil) dari perkebunan sawit dan kewenangan daerah terkait pengelolaan sumberdaya mineral. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *