TNI di Perbatasan Dituntut Makin Responsif, Lanal Nunukan Tekankan Profesionalisme dan Sinergi

Nunukan11 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Peringatan HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81 menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan prajurit menghadapi tantangan di wilayah perbatasan. Di Nunukan, tugas menjaga kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga pengawasan wilayah dan sinergi bersama masyarakat serta instansi terkait.

Komandan Lanal Nunukan, Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi, menegaskan pentingnya kekuatan TNI yang dibangun bersama rakyat. Menurutnya, posisi Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia memiliki tantangan tersendiri. Pengawasan wilayah perbatasan dan perairan, termasuk potensi aktivitas ilegal, membutuhkan kesiapsiagaan serta koordinasi antarunsur.

“Perbatasan merupakan wilayah strategis. Karena itu, prajurit harus mampu membaca perkembangan situasi, cepat merespons setiap potensi gangguan dan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis kepada masyarakat,” kata Slamet Ariyadi, Senin (5/10/2026).

Baca Juga :  Pengadaan Tanah Embung Lapri Sebatik Terus Ditindaklanjuti

Ia mengatakan, amanat Panglima TNI dalam peringatan HUT ke-81 turut menekankan lima nilai PRIMA, yakni profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif. Nilai tersebut dinilai relevan dengan karakter tugas prajurit di wilayah perbatasan seperti Nunukan.

Slamet menegaskan, profesionalisme menjadi dasar utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Kemampuan prajurit harus terus ditingkatkan melalui latihan, peningkatan kompetensi, serta pemahaman terhadap karakteristik wilayah penugasan.

Sementara itu, sikap responsif diperlukan dalam menghadapi perubahan situasi di lapangan, termasuk potensi ancaman terhadap keamanan wilayah perbatasan dan perairan Nunukan.

“Prajurit harus peka terhadap perkembangan lingkungan tugas. Kenali potensi ancaman sejak dini dan bertindak cepat, tepat serta terukur ketika negara dan masyarakat membutuhkan,” tegasnya.

Baca Juga :  5 Kandidat Selter JPT Sekda Nunukan Lanjut ke Tahap Asesmen

Selain aspek pertahanan dan keamanan, TNI juga dituntut memperkuat integrasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat. Sebab, dinamika kawasan perbatasan tidak hanya menyangkut persoalan keamanan, tetapi juga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar stabilitas keamanan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan daerah dan kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, perkembangan teknologi menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus diikuti dengan peningkatan kemampuan personel dalam menguasai teknologi dan beradaptasi terhadap pola ancaman yang terus berkembang.

Baca Juga :  Cuaca di Nunukan Didominasi Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sebagian Wilayah

“Setiap penugasan dan pengalaman harus menjadi bahan pembelajaran. Kita harus terus berinovasi dan menyesuaikan kemampuan dengan perkembangan ancaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga seluruh prajurit dan ASN TNI. Karena itu, kehadiran TNI di wilayah perbatasan harus tetap berorientasi pada kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat.

Momentum HUT ke-81 TNI, ini diharapkan semakin memperkuat komitmen prajurit Lanal Nunukan dalam menjaga kedaulatan negara, khususnya di wilayah perairan dan kawasan perbatasan Kabupaten Nunukan.

“TNI harus terus hadir bersama rakyat, menjaga kedaulatan dan memastikan wilayah perbatasan tetap aman serta kondusif,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *