benuanta.co.id, NUNUKAN– Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bagi jajaran Kepolisian Resor (Polres) Nunukan untuk terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap berbagai potensi kejahatan lintas batas yang menjadi tantangan utama di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas, menegaskan tema Hari Bhayangkara ke-80 ‘Polri untuk Masyarakat’ bukan sekadar slogan, tetapi menjadi komitmen seluruh personel Polri untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, Kabupaten Nunukan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan daerah lain karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Kondisi tersebut menuntut aparat kepolisian bekerja lebih maksimal dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan transnasional.
“Sebagai wilayah perbatasan, Nunukan memiliki tantangan yang sangat kompleks. Ancaman penyelundupan barang, peredaran narkotika, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga berbagai kejahatan lintas negara menjadi perhatian utama kami. Karena itu seluruh personel harus bekerja lebih cepat, lebih cerdas, dan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan,” kata AKBP Bonifasius Rumbewas.
Ia menjelaskan, selain menjaga keamanan wilayah perbatasan, Polres Nunukan juga terus meningkatkan pelayanan publik, penegakan hukum, serta kegiatan preventif melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kapolres menilai keberhasilan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kami ingin masyarakat menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan. Informasi dari masyarakat sangat penting untuk mencegah berbagai tindak kriminal sejak dini. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, Polres Nunukan juga terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi tantangan kejahatan modern, termasuk kejahatan siber yang terus berkembang.
Di sisi internal, Bonifasius mengingatkan seluruh personel Polres Nunukan agar menjaga integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, perilaku arogan maupun tindakan yang mencederai kepercayaan masyarakat. Seragam yang kami kenakan adalah simbol kepercayaan negara dan harapan masyarakat. Karena itu setiap tindakan anggota harus berlandaskan hukum, etika, dan hati nurani,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi dedikasi seluruh personel Polres Nunukan yang selama ini menjalankan tugas di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan kawasan perbatasan, dalam menjaga stabilitas keamanan. Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres mengajak seluruh anggotanya menjadikan momentum tersebut sebagai awal untuk memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Setiap penugasan adalah amanah. Setiap pelayanan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kami berkomitmen terus berbenah, meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan wilayah perbatasan, serta menghadirkan Polri yang semakin dipercaya masyarakat sesuai tema Hari Bhayangkara ke-80, yakni Polri untuk Masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







