benuanta.co.id, NUNUKAN – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara resmi dibuka di Arena Utama Padan Liu Burung, Kabupaten Malinau, Senin (29/6) malam. Ajang syiar Islam yang diikuti lima kabupaten/kota se-Kalimantan Utara ini diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Pembukaan dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., yang ditandai dengan pemukulan bedug dan penyalaan ornamen pembukaan sebagai simbol dimulainya MTQ X.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Muh. Saleh, menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga harus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga harus dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Di dalam Al-Qur’an terdapat sumber ilmu dan nilai-nilai hukum mengenai muamalah,” ujarnya.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan media syiar Islam sekaligus sarana memperkuat ukhuwah Islamiah dan menumbuhkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an. Karena itu, kualitas penyelenggaraan MTQ harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ, khususnya Pemerintah Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah.
Zainal juga mengingatkan Dewan Hakim agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab sehingga mampu menghasilkan peserta terbaik yang akan mewakili Kalimantan Utara pada MTQ tingkat nasional.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, H. Aliansyah, mengajak seluruh kafilah Kabupaten Nunukan menjadikan MTQ sebagai momentum untuk menampilkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
“MTQ bukan hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan umat terhadap Al-Qur’an serta mempererat persaudaraan di antara masyarakat Kalimantan Utara,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh peserta dari Kabupaten Nunukan dapat tampil maksimal dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, keikhlasan, dan akhlakul karimah selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan. Aliansyah menegaskan, prestasi merupakan target yang ingin diraih, namun menjaga nama baik Kabupaten Nunukan melalui sikap disiplin, kekompakan, dan akhlak mulia tidak kalah penting.
“Prestasi tentu menjadi harapan bersama, namun yang lebih utama adalah membawa nama baik Kabupaten Nunukan dengan menunjukkan kemampuan terbaik, menjaga kekompakan, disiplin, dan akhlak yang mulia. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan hasil terbaik bagi Kabupaten Nunukan,” tutupnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







