Perkuat Kerja Sama Berantas Narkotika di Perbatasan, BNN Nunukan Sambangi Konsulat RI-Tawau

benuanta.co.id, Nunukan – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan memperkuat kerja sama dengan Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam kunjungan Kepala BNN Kabupaten Nunukan, Anton Siagian, beserta jajaran ke Kantor Konsulat RI Tawau, Sabah, Malaysia, Senin (29/6/2026). Pertemuan diterima langsung oleh Acting Konsul RI Tawau beserta jajaran.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat koordinasi antara kedua institusi dalam menghadapi ancaman peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang yang memanfaatkan jalur lintas batas, khususnya di kawasan perbatasan Kalimantan Utara dan Sabah.

Kepala BNN Kabupaten Nunukan, Anton Siagian, menyampaikan apresiasi atas hubungan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan Konsulat RI Tawau. Menurutnya, sinergi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pengawasan wilayah perbatasan dari berbagai bentuk kejahatan transnasional.

Baca Juga :  Momentum 10 Muharram, Toko Serba Rp2.500 di Jalan Lingkar Nunukan Diserbu Pembeli

“Kami mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Konsulat RI Tawau. Sinergi ini sangat penting dalam mendukung upaya pengawasan dan pencegahan masuk maupun keluarnya narkotika serta obat-obatan terlarang melalui jalur perbatasan Indonesia–Malaysia,” ujar Anton.

Ia menegaskan, BNN Nunukan membutuhkan dukungan serta koordinasi yang berkelanjutan dengan Konsulat RI Tawau untuk memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di kawasan perbatasan yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

Baca Juga :  MTQ X Kaltara Resmi Dibuka, Kakankemenag Nunukan Ajak Kafilah Tampil Maksimal

Sementara itu, Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan BNN serta berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

Menurutnya, kawasan perbatasan memiliki potensi kerawanan terhadap aktivitas penyelundupan barang-barang terlarang sehingga dibutuhkan kerja sama yang erat antarinstansi, baik di Indonesia maupun Malaysia.

Ia menegaskan, Konsulat RI Tawau berkomitmen untuk terus bersinergi dengan BNN dan berbagai pemangku kepentingan terkait dalam upaya mencegah serta memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

“Kami juga secara aktif menjalin koordinasi dengan berbagai counterpart di wilayah kerja, khususnya instansi yang bergerak di bidang keamanan, seperti Polis Diraja Malaysia (PDRM), Polis Marin, dan instansi terkait lainnya guna meminimalisir terjadinya kejahatan lintas batas, termasuk kejahatan narkotika,” ujar Dino.

Baca Juga :  BMKG Nunukan: Potensi Hujan Daerah Pedalaman

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Kedua belah pihak sepakat untuk terus meningkatkan komunikasi, pertukaran informasi, dan koordinasi guna memperkuat pengawasan wilayah perbatasan serta melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Pertemuan ini merupakan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama pemberantasan narkotika di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Pertemuan ini sejalan dengan berbagai upaya Konsulat RI Tawau dalam memperkuat kerja sama lintas sektor di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *