Event Kesusastraan di Nunukan Masih Minim  

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebagai salah satu daerah perbatasan yang kaya akan keberagaman budaya, sejatinya Kabupaten Nunukan memiliki potensi seni yang luar biasa. Meski demikian, sastra di Kabupaten Nunukan dinilai masih butuh pelestarian yang masif.

Ketua Sekolah Sastra Kabupaten Nunukan, Khaerul Asnan, minimnya event yang melibatkan kesusastraan seperti pembacaan puisi, monolog, diskusi sastra, pelatihan menulis, atau teater berbasis naskah dinilai sebuah ironi.

Baca Juga :  Polres Nunukan Amankan 3 Diduga Pelaku Penyebaran Konten SARA

Menurutnya sastra seharusnya menjadi tulang punggung narasi budaya, tempat lahirnya refleksi, kritik, dan harapan masyarakat. Ketika sastra tak diberi ruang, maka ke dalaman makna dalam ekspresi budaya pun perlahan terkikis.

“Tapi jika kita hanya mengandalkan tari tanpa narasi, maka ekspresi budaya bisa terjebak dalam repetisi gerak, buka refleksi makna,” kata Asnan, Selasa (5/8/2025).

Baca Juga :  Pecah Ban Mobil Hilux Terbalik di Sebatik Timur, Begini Kondisi Sopirnya

Ia berharap, sudah saatnya Nunukan mulai menyeimbangkan panggung. Seni tari tetap harus digelorakan, tetapi kesusastraan jangan terus dibiarkan di pinggir arena.

“Mari kita berikan ruang bagi para penyair muda, penulis cerpen, dramawan, dan pelaku teater lokal. Karena budaya yang kuat adalah budaya yang tak hanya bergerak dalam tubuh, tapi juga berpikir dan berbicara melalui kata-kata,” tutupnya. (*)

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Pastikan Pasokan BBM Mulai Normal, 300 Ton Telah Didistribusikan

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *