benuanta.co.id, NUNUKAN – Konsulat Republik Indonesia Tawau Malaysia memberikan pemahaman bahaya narkoba dan Wawasan Kebangsaan serta Edukasi Seksual untuk kalangan pelajar Community Learning Center (CLC), di Holy Triniti Tawau.
Sebanyak 186 pelajar CLC merupakan siswa dari anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan dialog interaktif dengan para peserta terkait materi yang disampaikan.
Kepala Perwakilan Konsulat RI, Heni Hamidah, mengatakan tujuan diselenggarakannya program ini adalah untuk memperkenalkan dan menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa serta menjaga generasi muda sejak dini agar tidak terjerumus dalam bahaya narkoba, khususnya kalangan pelajar.
“Mereka adalah generasi kita yang harus dijaga, dan jalan mereka menempuh pendidikan juga masih panjang, Sehingga dengan memberikan pemahaman agar bisa membentengi diri mereka agar tidak terpengaruh oleh obat-obatan terlarang,” ujar, Heni Hamidah, Sabtu (19/3/2022).
Selain itu, juga dijelaskan oleh Staf Teknis Polri, AKBP Agus Siswanto, pengenalan lambang negara, wilayah NKRI, budaya dan sejarah Indonesia, serta penjelasan mengenai faham-faham terlarang seperti radikalisme, komunisme dan bahayanya.
“Kami memberikan gambaran bahaya Narkoba, jenis narkoba, ciri-ciri pemakai narkotika serta efek sampingnya terhadap kesehatan manusia,” jelasnya.
Terlihat mereka sangat antusias mendengarkan pemaparan dari para narasumber. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk diselenggarakan, mengingat besarnya jumlah anak-anak TKI di wilayah kerja KRI Tawau, yang umumnya mereka lahir dan besar di wilayah Malaysia dan belum mengenal secara baik tentang Indonesia, bahkan ada diantara mereka yang belum pernah ke Indonesia.
“Ke depannya kegiatan serupa akan sering dilaksanakan dengan menjangkau lebih banyak lagi para pelajar WNI di wilayah kerja,” jelasnya.
Sedangkan pemateri, yakni Staf Teknis Polri, AKBP. Agus Siswanto yang membawakan materi Bahaya Narkoba, serta Indonesia Liaison Officer (ILO) TNI, Mayor. Inf. Edy Joko Yulianto yang membawakan materi Wawasan Kebangsaan, serta perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan KRI Tawau, AKBP Venny Julius, yang membawakan materi Edukasi Seksual. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







