MALINAU – Dalam rangka memulihkan kembali sektor pariwisata di Kabupaten Malinau, Setiap aktivitas kepariwisataan mengacu pada protokol kesehatan Covid-19.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malinau, Ajang Kahang mengatakan persiapan yang dimaksud ialah untuk meningkatkan indeks kepercayaan wisatawan terhadap penanganan Covid-19, karena jumlah wisatawan yang kian menurun, akibat covid19.
Ajang menjelaskan, sumber daya manusia (SDM) sektor Pariwisata di Malinau harus dibekali kemampuan khusus terkait pelayanan dan penyesuaian di masa pandemi Covid19 dan harus dilengkapi APD saat menjalankan aktivitas
“Setiap aktivitas kepariwisataan berlandaskan standar protokol Covid-19. Mau tidak mau kita harus menyesuaikan,” kata ajang.
Ajang juga mengungkapkan hal terpenting adalah membina kepercayaan wisatawan terhadap manajemen pariwisata berbasis protokol kesehatan Covid-19.
Oleh karena itulah pembekalan ini dibuat untuk diperuntukkan kepada seluruh SDM, seperti Pelaku usaha UKM, Pengelola desa wisata, Pramuwisata dan masyarakat di desa wisata.
“Jika manajemen kita baik, sesuai protokol kesehatan Covid-19, maka wisatawan tidak ragu berkunjung. Kita harus menyesuaikan kondisi saat ini,” ungkapnya.
Data yang diperoleh dari Disbudpar Kabupaten Malinau, jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2019 sebanyak 21.271 wisatawan.
Dengan rincian wisatawan nusantara sebanyak 20.950 orang dan wisatawan mancanegara 321 orang.
Ajang juga membeberkan, tahun ini pihaknya akan menargetkan sejumlah kegiatan guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
Program tersebut meliputi program pengembangan pemasaran pariwisata yakni melalui peningkatan kapasitas SDM, dan
Program pengelolaan kekayaan budaya meliputi pembangunan cagar budaya dan pelatihan keterampilan seni pahat dan mengukir.
“Dengan adanya target ini, saya harap kita akan kembali dapat meningkatkan ekonomi dari jumlah wisatawan yang berwisata ke Malinau,” tutupnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







