benuanta.co.id, TARAKAN – Persiapan penyelenggaraan Piala Gubernur Futsal Pelajar Kalimantan Utara 2026 terus dimatangkan menjelang pelaksanaan turnamen yang akan digelar di GOR Dwikora, Kabupaten Nunukan. Berbagai aspek penyelenggaraan mulai dari kesiapan panitia, peserta, venue, akomodasi hingga perangkat pertandingan kini memasuki tahap akhir agar kompetisi antarpelajar tingkat SMA/sederajat tersebut dapat berlangsung sesuai jadwal.
Ketua Panitia Piala Gubernur Futsal Kaltara 2026, Riski Sovayunanto, mengatakan progres persiapan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Menurutnya, seluruh bidang kepanitiaan kini hanya tinggal melakukan penyempurnaan koordinasi dan memastikan setiap personel menjalankan tugasnya masing-masing sebelum rangkaian kegiatan dimulai.
“Sejauh ini persiapan kami sudah di angka 90 persen. Tinggal memantapkan tugas masing-masing lagi buat tim yang ada di Nunukan untuk selanjutnya kegiatan dimulai,” ungkapnya, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan kick off pada 5 Juli 2026, sedangkan seremoni pembukaan akan dilaksanakan sehari setelahnya, yakni pada 6 Juli 2026. Pembukaan dijadwalkan dihadiri jajaran perangkat olahraga di Kalimantan Utara serta Pemerintah Kabupaten Nunukan yang menjadi mitra dalam penyelenggaraan turnamen tersebut.
“Tanggal 5 kita kick off, kemudian tanggal 6 pembukaan. Kita undang semua jajaran divisi olahraga yang ada di Provinsi Kalimantan Utara, termasuk dari Pemda Kabupaten Nunukan karena kita kolaborasi bersama mereka,” jelasnya.
Riski mengungkapkan, antusiasme sekolah mengikuti Piala Gubernur Futsal tahun ini mengalami peningkatan dibanding edisi sebelumnya. Hingga saat ini, sebanyak 40 tim dipastikan telah menyelesaikan proses pendaftaran dan akan bersaing memperebutkan gelar juara, meningkat dari tahun lalu yang hanya diikuti 32 tim.
“Sejauh ini yang fix 40 tim. Tahun sebelumnya hanya 32 tim, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 40 tim,” bebernya.
Tingginya minat peserta bahkan membuat panitia masih menerima tim dalam daftar tunggu atau waiting list. Saat ini terdapat tiga tim yang menunggu kesempatan tampil apabila ada peserta yang mengundurkan diri atau tidak mampu memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan panitia.
“Masih ada tiga tim yang waiting list. Kalau ada peserta yang dokumennya tidak lengkap atau membatalkan diri, mereka yang akan menggantikan,” terangnya.
Menurutnya, penambahan kuota peserta tidak lepas dari tingginya antusiasme sekolah-sekolah di Kalimantan Utara. Awalnya panitia telah menutup pendaftaran setelah kuota 32 tim terpenuhi. Namun, banyak sekolah yang terus menghubungi panitia dan meminta agar pendaftaran kembali dibuka sehingga kuota akhirnya ditambah menjadi 40 tim.
“Awalnya kita sudah tutup di 32 tim, tetapi antusias pelajar masih sangat tinggi. Banyak sekolah yang terus menghubungi panitia sehingga akhirnya kuota kita tambah menjadi 40 tim,” tuturnya.
Saat ini, fokus utama panitia adalah melakukan koordinasi dengan seluruh kontingen, khususnya peserta yang berasal dari luar Kabupaten Nunukan seperti Tarakan, Bunyu, Tanjung Selor, Malinau, Kabupaten Tana Tidung hingga wilayah perbatasan. Koordinasi tersebut dilakukan agar seluruh kebutuhan peserta dapat dipenuhi sejak kedatangan hingga pelaksanaan pertandingan.
“Saat ini kita lebih fokus pada koordinasi atlet yang berasal dari luar Nunukan agar seluruh kebutuhannya bisa dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen, Pemerintah Kabupaten Nunukan turut membantu menyediakan rumah susun sebagai alternatif tempat menginap bagi atlet dan ofisial. Kendati demikian, penggunaan fasilitas tersebut tidak diwajibkan karena masing-masing tim diberikan kebebasan memilih penginapan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
“Pemkab Nunukan membantu menyiapkan rusun untuk para atlet, tetapi sifatnya tidak memaksa. Ada juga tim yang memilih hotel atau tempat tinggal lainnya,” imbuhnya.
Untuk memastikan seluruh peserta memahami regulasi pertandingan, panitia akan menggelar technical meeting pada 4 Juli 2026 di Kantor KONI Kabupaten Nunukan. Seluruh tim diwajibkan hadir karena agenda tersebut akan membahas aturan pertandingan, kesiapan peserta, hingga penyamaan persepsi agar tidak terjadi kesalahpahaman selama kompetisi berlangsung.
“Technical meeting tanggal 4 Juli wajib dihadiri semua peserta karena kami tidak ingin ada miskomunikasi terkait aturan. Kami ingin semuanya berjalan secara profesional,” tegasnya.
Selain kesiapan peserta, panitia juga memastikan venue pertandingan di GOR Dwikora Nunukan telah siap digunakan. Seluruh proses peminjaman lokasi, pengaturan jadwal penggunaan arena, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah telah rampung sehingga tidak ada kendala berarti menjelang pelaksanaan turnamen.
“Untuk venue sudah fix di GOR Nunukan. Mulai dari peminjaman tempat sampai pengaturan waktunya sudah kita bicarakan dan semuanya mendapat dukungan dari Pemda Kabupaten Nunukan,” lanjutnya.
Panitia juga melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan tahun sebelumnya, termasuk dalam penunjukan perangkat pertandingan. Tahun ini, wasit akan melibatkan perwakilan dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara sebagai upaya menjaga netralitas dan meningkatkan kepercayaan peserta terhadap jalannya kompetisi.
“Tahun ini kita usahakan wasit berasal dari lima kabupaten/kota supaya pertandingan berjalan netral. Kalau misalnya yang bertanding Nunukan, tentu wasitnya bukan dari Nunukan,” katanya.
Dengan persiapan yang hampir rampung dan dukungan berbagai pihak, panitia optimistis Piala Gubernur Futsal Pelajar Kalimantan Utara 2026 dapat berlangsung sukses sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet muda di Bumi Benuanta. Turnamen tersebut diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta futsal yang kelak mampu mengharumkan nama Kalimantan Utara di tingkat nasional.
“Kami optimistis seluruh persiapan selesai tepat waktu sehingga pelaksanaan Piala Gubernur Futsal Kaltara 2026 berjalan lancar, tertib, dan profesional,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







