benuanta.co.id, TARAKAN – Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran (Angleb) 2025, di Bandara Juwata Tarakan resmi dibuka. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan apel pembukaan pos koordinasi Badan Layanan Umum Kantor Unit Penyelenggara Bandara Udara Kelas I Utama Juwata, di Selasar Terminal Kedatangan Bandara Juwata Tarakan, pada Jumat (21/3/2025).
Posko ini dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Layanan Umum Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (BLU UPBU) Juwata Tarakan, Agustono, S.Sos., M.Mtr. Pada pembukaan tersebut, ia mebeberkan pos ini akan mulai beroperasi pada 21 Maret hingga 11 April 2025.
“Posko ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara stakeholder, maskapai, hingga instansi terkait lainnya dalam mengantisipasi lonjakan penumpang selama musim mudik Lebaran,” paparnya pada Jumat (21/3/2025).
Posko terpadu ini tidak hanya melibatkan pihak Bandara Juwata, tetapi juga berbagai instansi terkait seperti TNI AU, TNI AD, Basarnas, Dinas Perhubungan, AirNav Indonesia, BMKG, serta pihak lain yang berhubungan dengan operasional penerbangan.
“Sinergi antarinstansi ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para penumpang selama arus mudik dan balik,” ujarnya.
Agusto memperkirakan, lonjakan penumpang akan terjadi pada 28 Maret untuk arus mudik dan 6 April untuk arus balik. Namun, ia menyebut, angka ini masih bersifat fluktuatif.
“Kenaikan jumlah penumpang kami prediksi sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu,” katanya.
Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, beberapa maskapai telah menambah penerbangan ekstra. Citilink kini beroperasi empat kali seminggu, Lion Air menambah penerbangan ke Surabaya, serta Super Air Jet membuka rute baru ke Semarang dengan frekuensi dua kali seminggu.
“Kami berharap maskapai lain juga dapat menambah extra flight sesuai dengan perhitungan bisnis mereka,” harapnya.
Saat ini, jumlah penerbangan di Bandara Juwata rata-rata mencapai delapan penerbangan per hari dengan jumlah penumpang sekitar 600-700 orang per hari. Namun, lonjakan diperkirakan mulai terlihat pada 24 Maret 2025 seiring dengan dimulainya libur Lebaran.
“Pada puncaknya, jumlah penumpang bisa mencapai 1.200 orang per hari,” jelasnya.
Selain peningkatan jumlah penerbangan, pihak bandara juga memperketat pengawasan operasional mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WITA. Jika diperlukan, jam operasional akan diperpanjang.
“Kami akan memastikan layanan berjalan optimal, termasuk pengawasan terhadap kepadatan penumpang dan jadwal penerbangan,” tegasnya.
Agustono menjelaskan, terkait dengan isu harga tiket yang dianggap melonjak, Ia menegaskan hal tersebut merupakan kesalahpahaman. Harga tiket yang dianggap mahal itu adalah kelas bisnis, bukan ekonomi. Sementara itu, ia juga membeberkan diskon harga tiket sebesar 13-14 persen akan berlaku pada 24 Maret hingga 7 April 2025 untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat.
“Jika ada tiket ekonomi yang dijual hingga Rp10 juta, tentu akan langsung ditegur oleh pusat. Tentu saja pelayanan kami demi mempermudah masyarakat salah satunya dengan adanya diskon tarif tiket,” pungkasnya.
Reporter: Eko Saputra
Editor: Yogi Wibawa