BPBD Tarakan Sesalkan Sikap Masyarakat Buang Sampah Sembarangan

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut drainase atau kanal pencegahan banjir di Kota Tarakan sudah cukup baik namun kesadaran masyarakat terkait sampah dinilai masih kurang.

Banjir yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Pemerintah kota membangun kanal untuk mengurangi banjir. Banjir yang disebabkan oleh pertemuan air pasang laut dan air hujan kerap merendam jalan raya hingga pemukiman warga yang berada di dataran rendah.

Terkait hal tersebut, Kepala BPBD Tarakan, Yonsep mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mengajukan rencana kerja jangka panjang terkait normalisasi kanal yang berada di daerah Marconi dan Karang Anyar.

Baca Juga :  Kendalikan Inflasi dan Stabilisasi Harga Bahan Pokok lewat Gerakan Tanam Cabai

Ia membeberkan untuk keperluan normalisasi kanal tersebut sangat dibutuhkan anggaran yang cukup besar oleh sebab itu ia mengusahakan agar pusat dapat menanganinya.

“Untuk sementara ini mungkin lebih secara teknis saja. Kami merekomendasikan pertama itu normalisasi kanal normalisasi kanal ini sangat penting mungkin untuk lebih jauhnya nanti mitigasinya kami itu memberikan sosialisasi kepada masyarakat sepanjang bantaran sungai untuk peduli peduli terhadap sampah,” ujarnya.

Menurut Yonsep, sebesar apa pun kanal yang dibuat jika masyarakat tidak peduli dengan sampah dan tidak ada kesadaran dari maka akan terjadi penumpukan sampah, sedimentasi pasir bahkan sedimentasi sampah plastik.

Baca Juga :  Parah! Oknum Agen Beras di Tarakan Diduga Oplos Beras Subsidi 

Selain itu, permukaannya maupun sepanjang bantaran itu harus dilakukan siring lalu pembukaan jalan menuju ke pemeliharaan guna mengurangi banjir.

“Kalau untuk sementara berdasarkan kajian kita kan ada empat (kanal) yang pertama Karang Anyar ada 3 kalau di Pamusian 1. Itu saja yang paling utama penghubung daratan ke laut. Kalau Karang Anyar itu sudah dari bandara, kedua itu di Karang Anyar Pantai ketiga Jalan Kusuma Bangsa terus ke Kampung Bugis Dalam, Pamusian itu tembus ke Simpang Tiga tembusnya ke Sungai Pamusian,” terangnya.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, FKUB Tarakan Sebut Tak Boleh Kampanye di Rumah Ibadah

“Kalau kanalnya sebenarnya sudah cukup kalau kita melihat itu tinggal sporting dari pembuangan di sepanjang kanal itu itu yang harus dimaksimalkan sehingga tidak keluar ke permukaan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1926 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *