Informasi Awal Korban Jatuh dari Sepeda, Akhirnya Diduga Pelaku Mengakui Perbuatannya

benuanta.co.id, TARAKAN – Keluarga korban AG, yang merupakan korban dugaan penganiayaan hingga meninggal dunia turut menyaksikan proses ekshumasi yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Tarakan pada Kamis, 16 Mei 2024.

Diberitakan sebelumnya, setelah 7 hari, makam AG dibongkar oleh polisi untuk proses autopsi atas dugaan penganiayaan yang dilaporkan orang tua korban. Pelaku yang dilaporkan dalam kejadian ini adalah HS (20) yang juga mengakui perbuatannya di hadapan orang tua korban.

Saudara sepupu AG, SP menerangkan menurut informasi yang diterima, pelaku dan korban saling mengenal sebelumnya. Namun, ia belum mengetahui jelas sebab dugaan penganiayaan tersebut.

“Mereka berdua ini juga beda sekolah, cuma memang teman tongkrongan. Dugaannya penganiayaan itu juga tidak jelas kami tidak tahu karena waktu kejadian itu tertutup semua informasinya,” terangnya.

Baca Juga :  Penyebar Video Pencabulan Anak di Bawah Umur Bisa Dijerat UU ITE

Pada hari kejadian tepatnya Selasa, 7 Mei 2024, SP mendapatkan informasi bahwa AG jatuh dari sepeda sehingga dilarikan ke rumah sakit. Begitu tiba di rumah sakit, dokter telah melakukan upaya untuk menyadarkan korban namun korban tak berhasil selamat.

“Sudah pakai alat kejut jantung itu, karena jantungnya lemah,” tukasnya.

Diakui SP, keluarga korban tak menaruh kecurigaan apa pun terhadap dugaan penganiayaan ini. Lantaran korban yang sudah tak sadarkan diri sejak korban disebutkan jatuh dari sepeda.

Keluarga korban baru tahu bahwa pelaku diduga menganiaya korban sampai meninggal dunia atas informasi yang disampaikan salah satu saksi. Barulah, orang tua korban mendatangi pelaku pada Rabu, 15 Mei 2024.

Baca Juga :  Miris! Curi Ikan, HP dan Uang Tunai Demi Judi Slot

“Ada saksi itu yang sebut itu kalau korban jatuh dari sepeda. Selama ini korban juga tak pernah cerita kalau ada masalah. Kemarin itu pelaku langsung kita bawa ke rumah pak RT, lalu pak RT yang telepon polisi. Waktu di rumah pak RT juga mengaku kemarin,” bebernya.

Diketahui, korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Korban juga masih bersekolah di salah satu SMK yang ada di Tarakan. SP yang begitu mengenal korban menyebut korban tak pernah berperilaku buruk di lingkungan sosialnya.

“Anaknya sabar, pendiam juga. Kita harapkan proses penegakan hukum yang seadil-adilnya,” harapnya.

Baca Juga :  Selain Hujan, BPBD Sebut Banjir di Karang Anyar Akibat Air Pasang

BACA JUGA:
Polisi Bongkar Makam Diduga Korban Penganiayaan untuk Diautopsi

Kasus ini juga telah ditangani oleh pihak kepolisian Polres Tarakan setelah pihak keluarga menyampaikan laporan pada Rabu, 15 Mei 2024, malam.

“Ekshumasi harus kita lakukan untuk autopsi baru diketahui penyebab meninggalnya anak pelapor,” singkat Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakthika Putra.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2958 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *