Staf Khusus Mentan RI Harapkan Kaltara Bisa Produksi Beras untuk Kebutuhan Umum

benuanta.co.id, TARAKAN – Staf Khusus Menteri Pertanian (Mentan) Bidang Kebijakan Pertanian, Dr. Ir. Sam Herodian, MS hadir langsung di Kalimantan Utara (Kaltara) untuk memberikan pengarahan berkaitan dengan ketahanan pangan beras.

Ia menyebut mendapatkan laporan dari DPKP Kaltara bahwa beras khusus di Kaltara masih kurang. Ia mengharapkan ke depan Kaltara dapat memenuhi kebutuhan berasnya sendiri.

“Ini juga untuk menjaga ketahanan pangan, bisa juga untuk kebutuhan ekspor. Apalagi kita dekat dengan negara tetangga,” sebutnya, Senin (6/5/2024).

Dilanjutkannya, sejauh ini Kaltara sudah dapat mengekspor beras khusus yang berasal Krayan. Sementara, untuk beras yang dikonsumsi masyarakat umum juga diharapkan dapat diproduksi sendiri.

Ia mengakui bahwa kebutuhan pangan di Indonesia terbilang kurang baik lantaran dampak dari El Nino. “Ditambah lagi kondisi politik di luar negeri juga kurang baik,” imbuh Sam Herodian.

Menurutnya, potensi pangan di Kaltara luar biasa. Sehingga dari Kementerian Pertanian turut menambahkan optimalisasi lahan seluas 10.000 hektare.

Disinggung soal kemungkinan darurat pangan, ditegaskannya perlu adanya penanaman di luar musim. Selain itu, harus adanya penambahan pada indeks penanaman. Pihaknya juga melibatkan unsur TNI untuk menambahkan produksi pangan di seluruh Indonesia.

“Jadi di tambah yang tadinya satu kali, kita buat dua kali, atau bahkan lima kali dalam dua tahun. Kita libatkan TNI karena bisa bergerak cepat begitu ada perintah, disetiap wilayah di Indonesia apalagi di program darurat ini kita libatkan semuanya,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Ir. Heri Rudiyono, M.Si., menguraikan 10.000 hektare lahan tersebut berasal dari lahan yang tidur dan tersebar di seluruh pelosok Kaltara. Di antaranya terletak di Nunukan, Sebatik, Krayan, KTT, Sesayap, Malinau, Bulungan dan lainnya.

“Makanya saya berani minta 10.000 hektare lahan. Ya target kita 2 tahunan lah selesai,” urainya.

Adapun saat ini, Bulungan masih mendominasi untuk hasil tani. Lantaran masih terdapat lahan food estate di wilayah Sejauh Hilir dan Tanjung Palas Utara. Pun dengan wilayah lainnya juga tetap diprioritaskan untuk produksi pangan selain padi.

“Bisa kita kasih bibit jeruk, kelapa atau bahkan ternak. Kita laksanakan dulu 10.000 hektare ini, kalau sudah selesai nanti kita akan usulkan lagi,” pungkasnya. (adv)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2897 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *