Bantu Kelompok Tani Bulungan, DPKP Kaltara Alokasikan 3 Unit Alat Perontok Padi Tahun Ini

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Selain cultuvator tahun ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) juga alokasikan 3 unit polthersher atau alat perontok padi kepada beberapa Kelompok tani yang ada di Kabupaten Bulungan.

Adanya bantuan alat perontok padi ini merupakan bantuan yang dikhususnya kepada Kelompok tani yang belum memiliki alat pemotong rumput. Di mana bantuan ini juga bertujuan agar para kelompok tani dapat memperbanyak hasil produksi pertaniannya dan menghemat biaya produksi pertanian.

“Sebagian petani memang masih ditemukan yang masih menyewa alat jika ingin merontokan padi, sehingga berdasarkan proposal bantuan mereka kita pun menganggarkan bantuan alat perontok padi ini,” kata Plh. Kabid Sarana dan Prasarana (PSP) DPKP Kaltara, Ramadani, Senin (3/6/2024).

Selain cultivator dan polthersher ditahun ini DPKP Kaltara juga menganggarkan bantuan alat pertanian berupa handtraktor. Di mana menurut Ramadani, bantuan handtraktor ini masih berproses dalam tahap lelang.

“Jika sudah lelang maka bantuan itu akan kita alokasikan lagi, karena di tahun sebelumnya bantuan serupa juga sudah kita alokasikan sebanyak 4 unit handtraktor,” terangnya.

Ia menambahkan bantuan alat pertanian ini setiap tahunya selalu masuk penganggaran Pemprov Kaltara yang biasanya juga terbagi dalam 3 jenis bantuan berbeda.

“Ada yang bantuan dari Pemkab, ada bantuan dari provinsi dan ada bantuan yang langsung dari pemerintah pusat. Jadi beda-beda dan terbaginya juga secara merata,” ujarnya.

Meski demikian, Ramadani menegaskan khusus untuk bantuan Pemprov Kaltara dan Pemda setempat, biasanya akan menyesuaikan dengan pengajuan bantuan dari Kelompok tani.

Di mana hal itu dilakukan agar ketika teranggarkan dan teralokasikan semua bantuan itu tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan para petani lokal.

“Misalnya mereka mengajukan proposal bantuan di tahun 2024 ini, nanti tahun 2025 pasti kita anggarkan karena memang seperti itu prosesnya kecuali bantuan itu memang sudah masuk dalam perencanaan kegiatan kita,” imbuhnya.

“Makanya kelompok tani biasanya kita dorong melalui penyuluh pertanian untuk membuat proposal pengajuan bantuan, agar mereka mendapatkan  bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2014 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *