Sungai Selor dan Sungai Buaya akan Kembali Dinormalisasi

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kaltara, kembali akan melaksanakan normalisasi Sungai Buaya dan Sungai Selor di kawasan Jalan Meranti, Tanjung Selor.

Kepala Dinas PUPR Perkim Kaltara, Helmi, mengungkapkan bahwa total panjang Sungai Buaya yang akan dinormalisasi adalah 6,7 km.

“Proyek ini akan dilaksanakan dengan metode swakelola tipe 1, yang menandakan pengelolaan langsung oleh pemerintah daerah tanpa melibatkan pihak ketiga. Kemudian, fokus area kerja adalah pada segmen 2 Sungai Buaya, yang membentang dari intake PDAM menuju sungai terusan,” katanya, Selasa (16/4/2024)

Baca Juga :  Penuhi Ketersediaan Air Bersih, DPUPR Kaltara akan Bangun Intake Jelarai

“Jenis pekerjaan yang akan dilakukan meliputi pembersihan gulma dan galian sedimentasi serta pelebaran sungai untuk memastikan fungsi sungai dapat berjalan optimal,” sambungnya.

Selain itu, perapihan juga akan dilakukan di segmen 1 Sungai Selor, terutama di beberapa titik kritis yang mengalami erosi. Pendalaman sungai juga menjadi bagian penting dari proyek ini, dengan anggaran sebesar Rp 4 miliar yang dialokasikan untuk pendalaman sungai tersebut. Anggaran itu akan digunakan untuk pembelian bahan bakar solar, upah kerja, dan kemungkinan sewa alat berat.

Baca Juga :  DPUPR Kaltara akan Bangun Tanggul Pengendali Banjir di SP 7 Tanjung Buka

“Pekerjaan ini penting untuk memastikan sungai tersebut dapat berfungsi dengan baik, terutama saat musim kemarau, di mana air menjadi lebih surut dan akses menjadi terbatas,” jelasnya.

Proyek normalisasi ini dijadwalkan akan dimulai setelah lebaran, dengan harapan dapat selesai tepat waktu dan kedua sungai dapat berfungsi secara penuh untuk mendukung kehidupan masyarakat sekitar serta ekosistem sungai.

“Dengan normalisasi ini, diharapkan tidak hanya akan meningkatkan kualitas pengelolaan air, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pencegahan banjir, penyediaan air bersih, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.

Proyek normalisasi Sungai Selor dan Sungai Buaya merupakan langkah strategis yang diambil oleh PUPR Perkim Kaltara untuk mengatasi berbagai tantangan pengelolaan air di wilayah tersebut.

Baca Juga :  DPUPR Kaltara akan Bangun Tanggul Pengendali Banjir di SP 7 Tanjung Buka

“Dengan komitmen dan kerja keras, diharapkan proyek ini akan membawa perubahan signifikan bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2871 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *