Pengukuran Kadastral dan Topografi Dilakukan pada 10 Ruas Jalan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), akan melakukan pengukuran kadastral dan topografi pada ruas jalan provinsi tahap II.

Kepala DPUPR-Perkim Provinsi Kaltara, Helmi menjelaskan, pekerjaan ini akan dilangsungkan pada 10 ruas jalan di tiga daerah. Pada Kabupaten Bulungan, pengukuran dilakukan di ruas Jalan Trans Kalimantan-Jalan Kasimuddin-Lebong, Jalan Manunggal, Tanjung Selor;

Kemudian Jalan Padaelo, Tanjung Selor, koridor jalan Pendekat KIPI Binai-Tanah Kuning, Tanah Kuning- Mangkupadi, Jalan Ulin, Tanjung Selor dan Selimau I-Selimau III-Pesawan.

Baca Juga :  PUPR-Perkim Kaltara Bangun Jembatan Hubungkan Long Bawan-Lembudud-Long Layu

Sementara itu, pada Kabupaten Tana Tidung berada di Jalan Ahmad Yani, Tideng Pale dan Trans Kalimantan-Tideng Pale. Adapun di Kabupaten Nunukan berlangsung di Pelabuhan Tunon Taka – SP. Kadir-Lanal.

Informasi yang dihimpun, pengukuran kadastral dan topografi pada ruas jalan adalah dua proses penting dalam pemetaan dan perencanaan jalan. Pengukuran kadastral fokus pada penetapan batas-batas kepemilikan tanah di sepanjang ruas jalan. Hal ini melibatkan pengukuran jarak, sudut, dan elevasi untuk menentukan letak dan luas tanah yang dilalui jalan.

Baca Juga :  PUPR-Perkim Kaltara Bangun Jembatan Hubungkan Long Bawan-Lembudud-Long Layu

“Data kadastral sangat penting untuk memastikan kepemilikan tanah yang sah dan mencegah sengketa tanah. Menghitung pajak bumi dan bangunan (PBB) yang adil, memastikan jalan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dan mempermudah proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan,” katanya, Kamis (11/7/2024)

Semenyata itu, pengukuran topografi fokus pada penggambaran permukaan bumi di sepanjang ruas jalan. Hal ini melibatkan pengukuran elevasi, kemiringan, dan fitur-fitur fisik lainnya seperti sungai, bangunan, dan vegetasi.

Data topografi sangat penting untuk nemilih trase jalan yang optimal dengan mempertimbangkan kondisi permukaan tanah. Menghitung volume tanah yang perlu digali atau ditimbun untuk pembangunan jalan. Mempelajari dampak pembangunan jalan terhadap lingkungan sekitar dan memastikan drainase jalan yang baik untuk mencegah banjir. (adv)

Baca Juga :  PUPR-Perkim Kaltara Bangun Jembatan Hubungkan Long Bawan-Lembudud-Long Layu

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2653 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *