DPKP Kaltara Akui Peran Penyuluh Pertanian Sangat Vital bagi Para Petani

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berencana melaksanakan kembali kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para Penyuluh Pertanian yang ada di Kaltara.

Selain dianggap penting, Bimtek bagi para penyuluh pertanian ini juga sebagai langkah DPKP Kaltara dalam meningkatkan SDM yang ada di lingkungan DPKP Kaltara.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1988 votes

Apalagi peran penyuluh pertanian sendiri dianggap sangat vital, karena peran mereka yang terlibat langsung dalam komunikasi dengan para petani di lapangan.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Dorong Lahan Kurang Produktif Ditanam Jagung

“Dalam setahun biasanya satu sampai dua kali kita lakukan kegiatan Bimtek untuk para penyuluh, apalagi saat ada aturan dan regulasi baru terkait bantuan pertanian dan lainnya,” kata Kepala DPKP Kaltara, Heri Rudiono pada Selasa, 27 Februari 2024.

Ia menjelaskan peran para penyuluh pertanian sendiri, selain terlibat langsung dalam sosialisasi dan pelatihan pertanian. Para penyuluh pertanian juga memegang kunci bagi para petani yang ingin membentuk kelompok tani dan mengetahui kondisi pertanian yang ada di Kaltara khususnya mengenai harga ketahanan pangan, pupuk pertanian dan bibit pertanian.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Dorong Lahan Kurang Produktif Ditanam Jagung

“Karena merekalah yang terlibat langsung dengan segala urusan dan kebutuhan petani khususnya hal-hal yang berkaitan dengan bantuan pertanian dan kondisi lainnya,” lanjutnya.

“Contohnya ketika ada bantuan pertanian, maka para penyuluh setempat lah yang mensosialisasikannya dan ketika ingin membentuk kelompok tani, para penyuluh pertanian juga lah yang akan berperan dalam membantu petani membentuk kelompok tani,” jelasnya.

Salah satu petani dari SP II, Kabupaten Bulungan, Darno mengaku adanya penyuluh pertanian di desanya sangat membantu para petani dalam mengetahui berbagai hal terkait pertanian, baik dari kondisi pupuk dan bibit, pengetahuan baru mengenai pertanian dan pembentukan kelompok tani semuanya selalu melibatkan para penyuluh pertanian.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Dorong Lahan Kurang Produktif Ditanam Jagung

“Contoh mengenai sistem pertanian terpadu dari usai panen padi menuju tani pangan lainnya, sehingga petani bisa berkali-kali panen dalam satu tahun. Semuanya melibatkan para penyuluh yang turun langsung membimbing para petani,” pungkasnya.(adv)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *