Jelang Ramadan, Harga Beras di Nunukan Tembus Rp 18 ribu per Kg

benuanta.co.id, NUNUKAN – Jelang bulan suci Ramadan, harga beras disejumlah pasar tradisional di Nunukan terus mengalami kenaikan.

Andi Mikrayani pemilik toko Nopal yang ada di Pasar Inhutani Nunukan mengatakan kenaikan harga beras ini sudah terjadi sejak akhir tahun 2023 lalu.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1900 votes

“Ini beras sudah naik dari akhir tahun lalu, naiknya perlahan-lahan, seperti beras dua hati ini dulu itu harganya 285 ribu per 20 kilogramnya, tapi sekarang ini harganya sudah Rp 335 ribu,” kata Andi kepada benuanta.co.id, Kamis (22/1/2024).

Baca Juga :  Disdik Nunukan Imbau Pelajar Isi Libur Lebaran dengan Kegiatan Positif

Andi mengatakan, untuk beras yang kualitas medium kini per kilogramnya Rp 16 ribu sementara untuk kualitas premium Rp 18 ribu per kilogramnya.

“Ini beras kita ambil dari Sulawesi Selatan, disana harganya naik. Jadi mau tidak mau harga disini juga ikut naik,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk komoditi lainnya, dari hasil pantauan di pasar masih terpantau belum mengalami kenaikan yang signifikan. Seperti harga cabai yang masih berada di kisaran harga Rp 60 ribu per kilogram.

“Kemarin masih Rp 60 ribu kita jual kan, namun hari naik lagi jadi Rp 80 ribu. Karena stoknya kurang, tapi ini besok kan kapal dari Sulawesi masuk. Jadi harganya besok kembali normal lagi,” kata Rusmiati salah satu pedagang.

Baca Juga :  Lapas Nunukan Gelar Apel Berantas Halinar dan Razia Kamar Warga Binaan

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Dior Frames mengatakan, berdasarkan data dilapangkan per Kamis (22/2/2024), harga sejumlah Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Nunukan terpantau belum menunjukkan kenaikan yang signifikan jelang bulan Ramadan.

“Kalau untuk kenaikan harga memang ada tapi hanya naik Rp 1000 atau Rp 2000, tapi kalau untuk kenaikan yang signifikan seperti naik Rp 5000 itu belum ada di jelang ramadan ini,” kata Dior.

Baca Juga :  Tilap Uang hingga Rp 136 Juta, Pria Ini Ngaku Habiskan untuk Renovasi Dapur

Namun, untuk kenaikan harga beras, Dior mengakui jika harga beras memang sudah mengalami kenaikan harga sejak akhir tahun 2023 lalu.

Ia mengatakan, untuk sejumlah sembako yang ada di Nunukan sebagain besar didatangkan dari Sulawesi Selatan termasuk beras.

Namun, beberapa waktu lalu, salah daerah yang dilanda El Nino adalah Sulawesi Selatan. Sehingga, kenaikan harga besar dimungkinkan terjadi karena hal tersebut.

“Jadi beras yang datang ini dari Sulawesi, kemungkinan harga disana juga naik, otomatis para pedagang disini juga menyesuaikan harga, karena memang kita akuinya naik perlahan-lahan,” tuturnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *