Jelang Ramadan, Harga Beras Melambung

benuanta.co.id, TARAKAN – Harga beras melambung di sejumlah wilayah termasuk di Kota Tarakan. Berdasarkan pantauan benuanta.co.id di Pasar Tenguyun Jalan Kusuma Bangsa Kota Tarakan, kenaikan harga beras sudah berlangsung sejak dua pekan lalu.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu karyawan pedagang sembako Pasar Tenguyun, Ahmad (21). Ia mengatakan lonjakan harga beras terjadi untuk semua jenis dan merek beras.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1942 votes

“Kalau semua jenis merek beras naik semua. Rata-rata kenaikan kadang Rp 2 ribu, Rp 5 ribu berbagai merek termasuk premium,” ujar, Ahmad (21/4/2023).

Baca Juga :  Dugaan Kebakaran di RSUD JSK, Polisi Simpulkan Korsleting Kipas Angin 

Lanjutnya, merek beras paling murah ialah Beras dengan nama label Mawar yang dihargai Rp 150 ribu per 10 kilogram. Sebelumnya beras tersebut berada di hargai Rp 148 ribu. Sedangkan untuk beras termahal adalah beras dengan merek Lahab. Saat ini untuk ukuran 20 kg, di hargai Rp 342 ribu, sebelum ada kenaikan harga beras ada di rate Rp 320 ribu.

“Naik Rp 20 ribuan untuk ukuran 20 kg. Beras Bulog juga ada dijual merek SPHP. Dihargai Rp 60 ribu dan stabil harganya. Tapi lagi kosong beberapa hari lalu,” ungkap Ahmad.

Baca Juga :  Pasca Hari Raya Idulfitri, Stok Sembako di Nunukan Terpantau Aman

Ia membeberkan kenaikan beras disebabkan oleh wilayah asal pasokan beras seperti Sulawesi juga mengalami kenaikan dan begitu juga dari wilayah Surabaya. “Banyak pembeli mengeluh. Tapi kalau yang mampu tidak mengeluh, langsung beli saja,” jelasnya.

Adanya kenaikan harga tersebut, pihaknya mengalami penurunan jumlah penjualan. Ia mengatakan sehari bisanya habis 5-10 karung, sekarang hanya 1 karung. Ia mengakui sejauh ini belum ada kenaikan harga untuk bahan pokok maupun sembako yang lainnya.

Baca Juga :  Febuari Kunjungan Wisman Meningkat Sebanyak 905 Kunjungan ke Kaltara

“Dekat Ramadan yang belum tahu lagi, tergantung tempat diambil. Biasanya ada naik, ada juga turun. Hanya beras yang naik yang lain masih normal (harganya),” tukasnya.

Aminah, warga Tarakan, mengharapkan pemerintah di daerah bisa menekan harga pasar sehingga tidak terjadi lonjakan terlalu tinggi. Apalagi mau masuk bulan Ramadan.

“Tidak hanya beras, seperti gula, minyak goreng, telur, cabai, bawang, jangan sampai naiklah, kasihan kita orang biasa dibuat makin susah dengan harga-harga ini,” tandasnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *