Jadi Atensi Bersama, DPRD Kaltara Dorong Turunkan Angka Stunting

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) Albertus Stefanus Marianus, mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltara menurunkan angka Stunting.

Sebab dikatakan Albert sapaan akrabnya, persoalan stunting menjadi atensi bersama untuk disikapi. Ia menilai bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan otak, kognitif, dan produktivitas di masa depan.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1942 votes

Oleh karena itu, ia mengapresiasi langkah-langkah strategis yang telah dilakukan oleh Pemprov Kaltara, seperti penyusunan rencana aksi daerah, pembentukan Tim Pengendali Pencegahan Stunting (TPPS), peningkatan alokasi anggaran, serta penguatan koordinasi dan monitoring.

Baca Juga :  Usaha Pariwisata di Pantai Tanah Kuning Harap Dapat Pembinaan

“Kita sangat mendorong program pemerintah dalam hal menurunkan angka stunting di tempat kita. Kita harus menjangkau rakyat, rakyatlah yang harus dibangun kesadarannya akan pola hidup, kenapa masyarakat ada yang pada posisi stunting. Karena mutu dan kualitasnya konsumsi kurang bagus, SDM dan pendidikan juga kurang. Tetapi kita sebagai pemerintah tetap memberikan kesadaran kepada masyarakat dan itu yang utama dalam penekanan stunting,” ujarnya, Jum’at (16/2/2024).

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Kaltara Dukung Penuh Helatan PON XXI Aceh - Sumut

Albert juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan stunting. Ia mengatakan bahwa data eksisting harus ada, mulai dari berapa yang terdampak dan tersebar di berapa lokasi. Termasuk menetapkan tahapan penyelesaiannya seperti apa ke depan.

Bahkan Ia juga mengharapkan adanya pengelolaan anggaran yang optimal, serta kerja sama dengan pihak ketiga yang ada di wilayah Kaltara.

Baca Juga :  Usaha Pariwisata di Pantai Tanah Kuning Harap Dapat Pembinaan

“Kita targetkan penurunan prevalensi stunting sebesar 14 persen di tahun 2024. Jika perlu kita usahakan penurunan hingga 0 (nol),” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *