Napi WNA Pakistan Kabur Lewat Jendela, Petugas Jaga sedang Ibadah

benuanta.co.id, NUNUKAN – Napi kasus keimigrasian di Nunukan Hanif Ur Rahman merupakan warga Pakistan masih dalam pencarian setelah kabur dari ruang rawat inap RSUD Nunukan, Ahad (11/2).

Hanif dirawat di RSUD Nunukan akibat mengidap penyakit ginjal.

Pantauan benuanta.co.id, di RSUD Nunukan, tempat dirawatnya Hanif, terlihat alat infus tergantung dan bercak darah di seprai ranjang yang digunakan.

Di dalam ruangan itu ada tiga orang yang sedang menjalani perawatan, termasuk Hanif Ur Rahman.

M. Tahir, satu ruangan dengan tahanan Lapas Nunukan mengatakan, tidak mengetahui kaburnya Hanif dari rumah sakit, karena saat itu dia sedang terbaring menghadap ke arah kirinya.

Baca Juga :  Setubuhi Anak Kandungnya, KA Divonis 17 Tahun Penjara

“Saya tidak tahu dia pergi, namun saat dengan pintu jendela terbanting dengan keras saya sempat terkejut, pas melihat sudah tidak ada yang bersangkutan,” kata benuanta.co.id, kepada benuanta.co.id, Senin, 12 Februari 2024.

Perawat Awah, di Ruang Cempaka mengatakan, pada saat pembagian obat pada pukul 18.30 Wita, setelah itu lanjut ke pasien yang lainnya, sekira pukul 18. 47 Wita, waktu salat Magrib, dia mendapatkan laporan bahwa pasien tersebut menghilang dari ruangannya.

“Saat itu saya menelepon satpam dan saat melihat kamar pasien sudah tidak ada,” jelasnya.

Baca Juga :  12,5 Ha Lahan Kosong Terbakar di Mamolo Nunukan

Sempat dilakukan pencarian bersama-sama petugas Lapas dibantu oleh satpam di sekitar RSUD Nunukan, namun saat itu yang ditemukan hanya baju tahanan.

Pasien atas nama Hanif ini ditangani oleh dokter bedah, karena dari hasil pemeriksaan sementara dia diduga mengalami penyakit batu ginjal. Hanif mendapat perawatan pada tanggal 9 Februari 2024 dan hari ini rencana akan dilakukan CT scan abdominal untuk memastikan apakah dia ginjal atau gejala lainnya.

Kepala Ruangan Cempaka, RSUD Nunukan, Ima membenarkan bahwa dia mendapatkan laporan dari perawat bahwa pasien dari Lapas Nunukan sudah tidak berada di ruangannya.

Baca Juga :  Siapkan Sumur Bor, Solusi Krisis Air Bersih di Nunukan

“Saya dikasih tau bahwa pasien kamar nomor 11 kabur, pada saat petugas Lapas yang berjaga itu sedang salat,” terangnya.

Kata Ima, di Kamar Cempaka ini terdapat 4 tempat tidur, sedangkan pasien sebanyak 3 orang yakni 2 orang tahanan dari Lapas Nunukan, sedangkan 1 masyarakat umum.

Sementara itu keluarga pasien tidak berada di tempat termasuk petugas Lapas karena melaksanakan ibadah.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *