43 TPS Sangat Rawan di Bulungan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Tidak hanya dari penyelenggara dan pengawas pemilihan umum (Pemilu) yang telah siap. Tapi juga dari petugas keamanan juga menyatakan siap untuk menyukseskan pemilu berjalan aman, damai dan kondusif.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Agus Nugraha mengatakan personel pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) yang telah diturunkan mencapai 262 orang yang akan ditempatkan di 10 kecamatan dan 169 desa dengan total TPS sebanyak 484.

“Setelah kita apel Serpas (Pergeseran Pasukan) mereka langsung merapat ke gudang logistik untuk bersama PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dalam mengawal dan mengamankan logistik dari gudang KPU sampai ke TPS,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Senin 12 Februari 2024.

Baca Juga :  Rumah Sakit Abdul Rais Fattah Resmi Beroperasi

Tidak hanya itu, fungsi kepolisian juga akan berada di TPS selama logistik masih ada proses pemungutan suara, perhitungan suara hingga logistik kembali ke gudang KPU Bulungan di gedung Dome Sport Center.

“Kita pastikan semua aman sampai logistik kembali ke gudang KPU,” bebernya.

Terkait pengamanan TPS, mantan Wakil Direktur Reskrimsus Polda Kaltara ini mengatakan pola pengamanan tergantung dari statusnya. Kata dia kepolisian telah membaginya dalam 3 kriteria yakni TPS sangat rawan, rawan dan kurang rawan.

Baca Juga :  RS Abdul Rais Fattah Layani Pasien BPJS

“Untuk TPS sangat rawan kami plotting 2 personel mengamankan 1 TPS, yang rawan itu 1 personel 1 TPS dan kurang rawan kami kondisikan dengan kerawanannya,” sebutnya.

Untuk diketahui, TPS sangat rawan di Bulungan mencapai 43 TPS di antaranya di Kecamatan Tanjung Palas itu 6, Tanjung Palas Tengah ada 5, Tanjung Palas Timur ada 3, Tanjung Palas Barat ada 1, Sekatak ada 4, Bunyu ada 2, Peso ada 7, Peso Hilir ada 3 dan Tanjung Selor ada 12. Sementara TPS rawan ada 204 dan kurang rawan ada 237.

Baca Juga :  RS Abdul Rais Fattah Layani Pasien BPJS

“Kenapa kita tetapkan sangat rawan banyak indikatornya pertama kondisi geografis secara infrastruktur belum mendukung, masih ada yang masih menggunakan ketinting dan sebagainya. Lalu wilayah yang rawan bencana,” tuturnya.

Selanjutnya pria yang juga pernah menjabat Kapolres Malinau ini menyebutkan indikator TPS sangat rawan, karena dinamika politik dan kepadatan penduduk yang ada diwilayah tersebut.

“Termasuk juga historis, dulu TPS itu pernah terjadi sengketa makanya kita tetapkan sangat rawan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *