Pedas! Harga Cabai di Nunukan Tembus Rp 200 Ribu

benuanta.co.id, NUNUKAN – Memasuki pergantian tahun baru 2024, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Nunukan tembus hingga Rp 200 ribu per kilogramnya.

Samsul (38), salah satu pedagang di Pasar Inhutani mengatakan, kenaikan harga cabai ini sudah terjadi sebelum perayaan Natal.

“Kita ini pedagang, harga cabai kita beli dari Sulawesi itu harganya Rp 150 per kilogramnya belum lagi kita harus keluarkan biaya untuk ongkos angkutannya, makanya kita jual Rp 200 ribu,” ungkap Samsul kepada benuanta.co.id, Rabu (27/12/2023).

Baca Juga :  Kemarau Melanda, Perumda Tirta Taka Bagi-bagi Air di Dua Kecamatan

Bahkan, beberapa hari lalu harganya masih Rp 180 ribu per kilogram. Namun menjelang pergantian tahun ini sudah mencapai Rp 200 ribu.

Selain itu, lanjut Samsul, tingginya harga cabai lantaran tingginya permintaan warung makan maupun restoran di Nunukan, sementara harga barang dari Sulawesi hingga kini belum menunjukkan penurunan harga.

Terpisah, Fungsional Pengendalian Barang Dalam Negeri, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Perindustrian dan Perdagangan (DKUMKPP) Nunukan Abdul Rahman menerangkan, naiknya harga komoditi cabai lantaran dampak El Nino yang masih melanda  daerah penghasil cabai yakni di Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Gudang Kayu Milik Warga di Jalan Sei Bilal Terbakar

“Di Sulawesi Selatan masih di landa El Nino, jadi banyak hasil pertanian khususnya cabai yang gagal panen. Sehingga pedagang di sana menaikkan harga jualnya menjadi Rp150 ribu,” kata Rahman.

Ia pun berharap kondisi ini tidak berlangsung lama, mengingat pada Januari 2024 mendatang daerah Sulawesi telah memasuki musim penghujan.

“Kalau di sana harganya turun, tentu di sini juga akan turun, karena pedagang kita di sini menyesuaikan harga dengan di sana,” tutupnya. (*)

Baca Juga :  Cemburu Buta, Pemuda Ini Berkali-kali Aniaya Pacarnya Sendiri

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *