Perpustakaan Tidak Hanya Tempat Meminjam dan Membaca Buku, Ini Manfaat Lainnya

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Perpustakaan memiliki peran strategis bagi masyarakat untuk belajar dalam mengenal, memahami dan menerapkan ilmu yang didapatkan dari membaca buku.

Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Utara (Kaltara) pada saat Workshop Pegiat Literasi Daerah belum lama ini.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1892 votes

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Luminor Tanjung Selor itu, diikuti 50 peserta. Terdiri dari pegiat Literasi, Pengelola Perpustakaan Desa, Taman Baca Masyarakat (TBM), Kelompok Belajar, serta Komunitas Literasi.

Selain itu ada juga dari pegiat literasi komunitas se-Kabupaten Bulungan, perwakilan BI dan 2 orang dari BPK Kaltara.

“Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam dan membaca buku. Tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat,” katanya, Senin (18/12/2023).

Dikatakan, pegiat literasi daerah adalah motivator, inspirator dan menjadi role model masyarakat dalam aspek minat baca, maupum kegemaran membaca. Untuk itu, melalui kegiatan ini, bertujuan membangun sinergi, efektifitas dan optimalisasi dalam menggalakkan literasi di daerah.

Dari kegiatan workshop ini, lanjutnya, dapat meningkatkan kapasitas diri para pegiat literasi, dalam melakukan pendampingan pembudayaan kegemaran membaca masyarakatTujuan lainnya, untuk meningkatkan indeks kegemaran membaca dan indeks pembangunan literasi masyarakat di Kaltara. Sehingga semakin berkualitas.

“Saya berharap, peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan nara sumber, dan master trainer. Sehingga dapat menunjang dalam kegiatan komunitas literasi di komunitasnya masing-masing,” jelasnya.

Dalam Workshop Pegiatan Literasi Dearah tahun ini, DPK Kaltara menghadirkan sejumlah narasumber, dari Perpustakaan Perpusnas RI, dari DPK Tarakan, serta master trainer nasional, dari Perpustakaan Desa Gunung Putih, Tanjung Palas, Bulungan.

Sejumlah materi disampaikan dalam workshop kali ini. Di antaranya mengenai strategi advokasi dan lobi. Kemudian bagaimana pelibatan masyarakat, serta terkait promosi, dokumentasi dan penyusunan program.(adv)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *