TPA di Nunukan Terancam Overload

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dalam sehari produksi sampah di Kabupaten Nunukan mencapai 16 ton yang masuk di tempat pembuangan akhir (TPA) Tanjung Harapan di Kecamatan Nunukan Selatan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan pada DLH Kabupaten Nunukan, Muhammad Irfan Ahmad, pada 26 Agustus 2023.

“16 ton perhari masuk di TPA ini akan membebani sanitary landfill,” kata Irfan.

Lanjut dia, walaupun menerapkan sistem sanitary landfill. Sistem tersebut, yakni pengelolaan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya dan kemudian menimbunnya dengan tanah, akan tetep membebani. Walaupun luasnya satu hektare, yang diperkirakan akan penuh 7 tahun namun kemungkinan tidak mencapai 7 tahun akan penuh.

“Kalau sampah-sampah tadi kita tidak kelola dengan baik, maka kepenuhan itu akan terjadi di TPA,” jelasnya

Kata Irfan, dalam sehari 16 ton sampah yang masuk di TPA jika tidak dikelola lalu di kubur saja akan menjadi residu.

Salah satu upaya untuk mengatasi produksi sampah di Kabupaten Nunukan adalah dengan memberdayakan bank sampah. Hingga saat ini di Kabupaten Nunukan memiliki 3 bank sampah. Melalui bank sampah masyarakat bisa memilih dan memilah sampah sendiri. Harapannya sampah yang masuk ke tempat pembuangan sementara (TPS) dan TPA bisa berkurang.

Sampah yang tidak harus sampai ke TPA itu yang anorganik. Untuk sampah anorganik seperti botol plastik yang punya nilai tinggi, bisa untuk dikumpulkan dan ditimbang dijadikan cuan. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2572 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *