Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif STAD pada Materi Report Teks Kelas IX

Indra Wahyuni, S.Pd
Guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tanjung Palas Utara Kab. Bulungan

KEGIATAN pembelajaran perlu dirancang sedemikian rupa untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar siswa, siswa dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan strategi pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada siswa. Salah satu metode pembelajaran yang diharapkan mengatasi kekakuan siswa dalam bersosialisasi akibat dampak pandemic Covid-19 adalah model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif dapat diterapkan untuk memberikan sebuah cara bagi para pelajar dalam menguasai bahan pengajaran, pembelajaran kooperatif mencoba untuk membuat masing-masing anggota kelompok menjadi individu yang lebih kuat dengan mengajarkan mereka keterampilan dalam konteks sosial.

Salah satu model pembelajaran yang sangat berguna untuk membantu peserta didik menumbuhkan kerjasama, berfikir kritis, dalam kemampuan membantu teman adalah pembelajaran kooperatif STAD. Model pembelajaran ini didasarkan pada kebersamaan melalui proses pembelajaran yang membantu peserta didik untuk memahami materi pembelajaran. Pembelajaran kooperatif STAD (Student Team Achievement Division) dikembangkan.oleh Robert Slavin dan kawan-kawan di Universitas John Hopkin. Metode pembelajaran ini, siswa dikelompokkan dalam tim belajar yang beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi dan jenis kelamin Untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok menguasai pelajaran, maka pada akhir pembelajaran siswa diberi kuis tentang materi pelajaran yang telah dibahas. Pada waktu menyelesaikan kuis, mereka tidak boleh saling membantu (Nurhayati, 2007).

Keuntungan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yaitu: (1) Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah; (2) Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih intensif mengdakan penyelidikan mengenai suatu masalah; (3) Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi; (4) Dapat memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu dan kebutuhan belajarnya; (5) Para siswa lebih aktif bergabung dalam pelajaran mereka dan mereka lebih aktif dalam diskusi; (6) Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa menghargai, menghormati pribadi temannya dan menghargai pendapat orang lain.
Sedangkan kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe STAD,yaitu : Kerja kelompok hanya melibatkan mereka yang mampu memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang pandai dan kadang-kadang menuntut tempat yang berbeda dan gaya-gaya mengajar berbeda.

Berdasarkan penjabaran di atas dapat di simpulkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Kooperatif STAD pada materi report text merupakan model pembelajaran yang paling tepat untuk mendorong peningkatan hasil belajar siswa di kelas IX. Dengan model pembelajaran STAD guru dapat melatih siswa bekerja sama dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukan kelompok, pembelajarannya menarik dan menyenangkan serta mendorong siswa untuk terjun kedalamnya, tidak monoton sehingga suasana tidak menegangkan serta siswa lebih semangat belajar karena suasana pembelajaran berlangsung menyenangkan sehingga mampu membantu siswa dalam meraih nilai yang tinggi.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1987 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *