Urbanisasi Perlu Ditopang Teknologi

benuanta.co.id, TARAKAN – Menjadi daya tariknya suatu wilayah untuk dijadikan peruntungan baru kalangan pekerja atau sebagai magnet urbanisasi harus diimbangi dengan penerapan teknologi yang mumpuni. Hal ini juga perlu dilakukan di lima kabupaten dan satu kota di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Wakil Ketua II Bidang Keuangan, SDM dan Sarana Prasarana STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati, Muhammad mengatakan, calon pendatang perlu melakukan riset melalui web data yang dimiliki oleh beberapa instansi pemerintah guna mengetahui keadaan daerah, biaya hidup, lapangan pekerjaan, tempat pariwisata, tempat tinggal terhadap suatu daerah yang akan menjadi tujuannya ke depan. Dalam hal ini, peran teknologi sangatlah penting.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1925 votes

“Saya rasa, orang yang akan datang seharusnya tidak asal datang, melainkan wajib mencari informasi terlebih dahulu di sejumlah web pemerintah yang telah disediakan, Jangan sampai ketika datang, malah menambah tingkat pengangguran di kota tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, penerapan teknologi sangat berperan bagi kehidupan masyarakat urban saat ini. Jika dilihat dari segi pendidikan hal tersebut sangat berkaitan. Saat ini, sekolah sedang menerima peserta didik baru dan semuanya kini berbasis online. Hal tersebut merupakan wujud nyata bahwa teknologi sangat berperan penting.

“Dengan teknologi dalam pendidikan, orang tua sudah tidak lagi melakukan antrean panjang di sekolah, cukup melakukan pendaftaran online di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Saat bangsa ini dilanda pandemi beberapa tahun silam yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat, namun, kegiatan UMKM tetap berjalan lantaran mendapat dukungan sejumlah apilkasi online pesan antar. Dalam penerapan konsep smartcity, perlunya setiap pelaku usaha maupun pemerintah menyediakan aplikasi pemberi informasi suatu tempat guna mempermudah pengakses informasi.

Dalam bidang transportasi, masyarakat sangat memerlukan sebuah informasi terkait titik macet atau titik rawan kemacetan. Dengan hal tersebut, jelas akan mempermudah masyarakat dalam menunjang kehidupannya sehari-hari.

“Dengan teknologi digital saat ini membentuk masyarakat instan. Artinya segalanya dapat mudah di akses, sudah tidak zaman lagi disebuah instansi terjadi antrean panjang, kota ini harus hidup 24 jam dengan teknologi,” terangnya.

Guna mengawasi aktifitas di laut Kota Tarakan, pemerintah pernah mewacanakan akan memasang CCTV di pesisir yang nantinya akan terhubung dengan sejumlah instansi yang berkepentingan. Selain itu, dukungan penuh teknologi sangat diperlukan dalam rumitnya panjang atrean para nelayan dalam menunggu antrean BBM.

“Tinggal masyarakatnya saja, apakah mau memanfaatkan teknologi atau tidak. Jika masih ditemukan layanan yang belum didukung oleh teknologi, maka tugas kita bersama dalam menyampaikan kepada pemangku kepentingan yaitu pemerintah agar layanan teknologi informasi dapat segera dipersiapkan,” bebernya.

Muhammad menyinggung perihal Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tarakan dari parkir yang masih belum masif dan maksimal pemanfaatannya. Seperti di THM dan Pasar tenguyun, hal tersebut sangat disayangkan, seharusnya dilakukan percepatan sehingga pendapatannya bisa lebih jelas sehingga dapat cepat masuk ke dalam kas daerah.

Pemanfaatan teknologi juga bisa digunakan masyarakat untuk deteksi dini ihwal bencana alam yang terjadi di sejumlah lokasi.

“Semisal terjadi hujan deras, masyarakat dapat tahu jika akan terjadi banjir, tanah longsor. Hal tersebut dapat membantu masyarakat dalam mengurangi korban bencana alam di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Artinya, ke depan data tersebut dapat tersaji secara online di aplikasi yang telah dipersiapkan,” imbuhnya.

Ia menilai, Kota Tarakan merupakan kota yang bisa disebut sebagai kota jasa, kota pendidikan di Kaltara, sehingga perlu memiliki sistem yang terintegrasi  antara Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang ada di kota, kabupaten maupun provinsi, sehingga data yang ada mudah di akses oleh masyarakat.

“Masyarakatnya perlu pintar terlebih dahulu, sehingga tidak terjadi parkir sembarangan. Tidak ada yang membuang sampah sembarangan, tidak menyebarkan informasi yang keliru, jika masyarakat sudah cerdas, maka, sistem pemerintahan juga akan berjalan dengan baik,” ucapnya.

Terlebih mencerdaskan masyarakat merupakan tugas bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Untuk menghadapi sejumlah tantangan di masa mendatang, masyarakat diperlukan mempersiapkan diri dalam menyambut era teknologi yang semakin masif.

“Peluang tenaga kerja untuk Kaltara sangat besar, terdapat pabrik kertas yang membutuhkan 2 ribu tenaga kerja. Ada PLTA Sungai Kayan di Malinau, ada KIPI di Bulungan, ada IKN. Bahkan pembangunan jembatan Bulan (Bulungan-Tarakan), hal tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, yang mampu bersaing dengan sejumlah pendatang, tugas kita hari ini mencerdaskan masyarakat,” bebernya.

Muhammad juga menyoroti layanan teknologi di sejumlah pemerintahan di Kota Tarakan masih belum berjalan dengan maksimal. Pemerintah, kata dia, perlu terbuka terhadap permasalahan ini agar memecah permaslahan ini yang terjadi sesuai konsep kota smartcity di era Walikota Khairul dan Wakil Walikota Efendhi.

Persoalan lain yakni kebingungan masyarakat dalam mengakses tekonologi yang telah disediakan oleh pemerintah seharusnya juga bisa dituntaskan melalui modul atau panduan terhadap tata cara menggunakan aplikasi tersebut.

Sisi lain, teknologi yang pesat juga dapat mengancam tenaga kerja manusia. Kehadiran teknologi dapat mengurangi 30 persen tenaga kerja di Indonesia. Dalam menghadapi tantangan tersebut, tenaga kerja wajib mempersiapkan kompetensi, skill, keahlian, kepemimpinan, komunikasi dalam menjawab tantangan tersebut.

Kendati demikian, mewjudukan itu semua di Kaltara masih ditemui sejumlah kendala di antaranya infrastruktur teknologi jaringan.

“Saya berhadap kepada masyasyarakat yang akan berencana menetap di Kota Tarakan maupun daerah di Provinsi Kaltara, maka manfaatkan terlebih dahulu informasi guna mencari tahu keperluan dan kebutuhan yang tersedia di kota tersebut. Agar saat sudah tiba di tujuan tersebut, masyarakat tidak menjadi beban bagi masyarakat atau pemerintah setempat. Di situ peran teknologi sangat penting,” tutupnya. (*)

Reporter: Okta Balang

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *